Prediksi Evolusi Diameter Aorta Berdasarkan Sinyal Trombus dari Magnetic Resonance Images pada Small Abdominal Aortic Aneurysms

Karyati, C.M and Lalande, A. and Steinmetz, E. and Brunotte, F. Prediksi Evolusi Diameter Aorta Berdasarkan Sinyal Trombus dari Magnetic Resonance Images pada Small Abdominal Aortic Aneurysms. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer. (Submitted)

[img]
Preview
Text
Prediksi Evolusi Diameter Aorta Berdasarkan Sinyal Trombus dari Magnetic Resonance Images pada Small Abdominal Aortic Aneurysms_UG.pdf - Submitted Version

Download (745Kb) | Preview

Abstract

Mempelajari gambar T1 dan T2 dari hasil pemeriksaan MR Imaging terhadap adanya trombus pada pasien Small Abdominal Aortic Aneurysms (SAAA) untuk mengetahui apakah sinyal trombus bisa dihubungkan dengan evolusi pembesaran diameter aorta, dan kemudian bisa memprediksi risiko pecahnya dinding aorta. Data diperoleh dari 16 pasien dengan SAAA. Gambar MR diperoleh dari Imager 3T (Trio TIM, Siemens Medical Solution, Jerman). Dalam protokol penelitian kami, gambar yang diambil adalah studi anatomi, gambar cine-MR, gambar T1/T2, gambar aliran darah, dan gambar setelah injeksi contrast agents. Manual tracing dilakukan untuk menentukan luas permukaan Aorta dan luas permukaan luminal guna menentukan luas permukaan trombus. Maksimum diameter aorta secara otomatis didapat dari manual tracing pada gambar T1. Parameter digunakan untuk mempelajari sinyal trombus adalah mean, median, standar deviasi, skewness dan kurtosis. Setiap parameter dihitung pada area thrombus, dan sinyal di otot digunakan untuk menormalisasikannya. Setelah itu, semua parameter akan dibandingkan dengan evolusi dari diameter aorta. Ditemukan 13 dari 16 pasien dengan SAAA memiliki trombus. Namun tidak ada korelasi antara sinyal trombus dengan evolusi dari diameter aorta (r sering kali kurang dari 0,3). Tapi beberapa parameter menunjukkan hubungan antara sinyal thrombus dan diameter maksimum (mean (r = 0318)), median (r = 0,318), skewness (r = 0304)) atau dengan evolusi diameter maksimum (mean (r = 0512)). Dapat disimpulkan bahwa perbandingan kategori trombus yang kami kalkulasikan secara matematik dengan kategori thrombus secara visualisasi mencapai 81% tingkat kesesuaian, tapi kita tidak bisa menggunakan sinyal trombus sendiri sebagai parameter untuk memprediksi evolusi dari diameter aorta.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: trombus sinyal; evolusi diameter aorta; gambar T1 dan T2; Abdominal Aortic Aneurysms
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi > Program Studi Sistem Informasi
Depositing User: Mr Reza Chandra
Date Deposited: 28 Feb 2014 08:08
Last Modified: 28 Feb 2014 08:08
URI: http://repository.gunadarma.ac.id/id/eprint/1028

Actions (login required)

View Item View Item