PENCITRAAN MASA KINI DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA

Harsa, Leany Nani PENCITRAAN MASA KINI DAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA. Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005. ISSN 18582559

[img]
Preview
Text
PENCITRAAN MASA KINI DAN_UG.pdf - Submitted Version

Download (643Kb) | Preview

Abstract

Tulisan ini mengungkapkan pencitraan remaja yang diperlihat film Eliana-Eliana (2002). Banyu Biru (2002). Pasir Berbisik (2000) dan Ada Apa dengan Cinta? (2001). novel Eifel I'm in Love (2001) karya Rochrmania Arunita dan Cintapuccino (2004) karya lcha Rachmanti. Dengan mengungkapkan pencitraan tersebut, saya berharap dapat memberi masukan kepada berbagai pihak terkait sebagai upaya meningkatkan kapasitas manusia dalam bentuk pendidikan non formal. Pola single parent tampak pada film Eliana-Eliana (2002) yang menampillran lint sebagai major bread winner dan Banyu Biru (2002) dengan single parent 1aki-1aki. Sementara Pasir Berbisik (2000) dan Ada Apa dengan Cinta? (2001) secara ironis menggambarkan lebih baik memilih keluarga single parent daripada keluarga utuh ,tetapi bermasalah. Orang tua seringkali merampas hak anak dalam memilih jodoh dan pekerjaan sehingga anak mengalihkan tanggungjawab pribadi menjadi tanggungjawab koIektif. Hal ini tampak pada film Pasir Berbisik (2000). Eliana-Eliana (2002) dan novel Eifel I'm in Love (2001). Pendidikan dan model yang memperlihatkan usaha kerja keras yang mengajarkan etos kerja tidak ada. Ciri-ciri remaja yang dilimpahi oleh barang-barang "branded". mengejar pacar yang "tajir" dan bergelimang dunia gemerlap dapat pula kita lihat dalam novel Eifel ... I'm in Love (2001) dan Cintapuccino (2004). Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai beriht: pertama, pilihan bentuk keluarga single parent lebih permisif meskipun kerap kali masih dianggap sebagai bencana. Kedua, kehidupan gemerlap mewarnai kehidupan remaja tanpa disertai upaya yang penuh tantangan. Ketiga, pemenuhan kebutuhan untuk hidup dengan pola Insumtif dicapai melalui jalan pintas yaitu menikah dengan anak orang kaya. Keempat, orang tua bertindak overprotektif sehingga tanggung jawab individu dialihkan menjadi tanggung jawab kolektif. Semangat berkompetisi tidak ada.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pencitraan masa kini; Kapasitas sumber daya manusia; pencitraan remaja;
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
Divisions: Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi
Depositing User: Mr Reza Chandra
Date Deposited: 28 Feb 2014 08:25
Last Modified: 28 Feb 2014 08:25
URI: http://repository.gunadarma.ac.id/id/eprint/1036

Actions (login required)

View Item View Item