PENGEMBANGAN PRODUK KERAJINAN KAYU MELALUI PROGRAM IPTEKDA-LIPI DI KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH

Sukirno, Sukirno (2005) PENGEMBANGAN PRODUK KERAJINAN KAYU MELALUI PROGRAM IPTEKDA-LIPI DI KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH. Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005. ISSN 18582559

[img]
Preview
Text
PENGEMBANGAN PRODUK KERAJINAN KAYU MELALUI PROGRAM IPTEKDA-LIPI DI KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH_UG.pdf - Submitted Version

Download (403Kb) | Preview

Abstract

Luas wilayah kabupaten blora 182.000 hektar, yang mana seluas 84.000 hektar(48,9 %) merupalean kawasan huran jati.Luasan lahan ini berdampak pada produk unggulan daerah yaitu lcerajinan yang berbasis 1cayu jati. Disepanjang ja/an Blora - Cepu Ichususnya diwilayah Kecamatan Jepon telah didirilean lebih dar; 80 kios untuk memasarkan hasil prod uk lcerajinan kayu dan sekaligus sebagai lempat usaha produlcsi(finishing). Volume ekspor lahun 2002 untukjenis kayu olahan mengalami penurunan dari 262.821 meter kubile menjadi 126.463 meIer /cubi/c, namun nilai ekspornya meningleat dar; Rp 6.500 milyar menjadi Rp 15.6/7 milyar. Dari jenis Iwmodilas cendera mata juga mngalami penurunan dari 1.375 buah menjadi 1.190 buah n;la; ekspor meningkat dari Rp 93.250.000,-menjadi Rp /04.750.000,-. Upaya yang dilakulcan oleh program IPTEKDAL1PI belcerja sama dengan Fakultas Seni Rupa Universitas 11 Maret Surakarta untuk mengembanglean produk lcerajinan kayu antara lain : Pelatihan pengembangan desain, finishing, manajemen lceuangan dan pemasaran,pengetahuan bahan dan pengguliran dana investasi. Permasalahan utama yang dihadapi antara lain: masih rendahnya diversifikasi produ/c, terbatasnya peralalan produksi, finishing produle masih terbatas dan pemasaran ekpor lang sung. Metoda penulisan adalah: leaj; tindak(Action research) melalui: observasi dan identifikasi pada usaha kecil kerajinan kayu yang menjadi mitrd binaan. Hasil yang telah dicapai : jumlah usaha kecil yang dibina sebanyale 57 unit meliputi usaha kerajinan bubut,mebel,ukir tunggak dan patung. Jenis pelatihan dan pembinaan yang dilakulean berbeda-beda tergantung pada kebutuhan pengrajin. Dampalc yang dopat dilihat antara lain :(l)pengrajin telah memiliki peralatan yang diperlulcan,(2)pengrajin telah mampu mengolah bahan mentah menjadi produk seni kerajinan yang efesien,(3)Pengrajin mampu mengadalean stok bahan baku sendiri,(4)Pengrajin menyadari alean pentingnya pencataan dan pembukuan kegiatan usahanya,(5)Pengrajin "inti" menyadari per/unya pengl#mbangan desain,menjaga mutu produk sesuai dengan selera Iwnsumen,(6)Pengembangan desain baru dilakulean lewat strategi pemasaran "pesan titip".

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: pengembangan produk; kerajinan kayu; ilmu pengetahuan dan teknologi untuk daerah(iptekda)
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
Depositing User: Mr Reza Chandra
Date Deposited: 28 Feb 2014 11:14
Last Modified: 28 Feb 2014 11:14
URI: http://repository.gunadarma.ac.id/id/eprint/1262

Actions (login required)

View Item View Item