PENGEMBANGAN ALGORITMA SKELETONISASI DAN EKSTRAKSI FITUR NON-INTRUSIVE PADA GAYA BERJALAN MANUSIA SECARA REAL TIME

Hustinawaty, Hustinawaty (2012) PENGEMBANGAN ALGORITMA SKELETONISASI DAN EKSTRAKSI FITUR NON-INTRUSIVE PADA GAYA BERJALAN MANUSIA SECARA REAL TIME. PhD thesis, Gunadarma University.

[img]
Preview
Text
Disertasi_Hustinawaty.pdf

Download (847Kb) | Preview

Abstract

Penelitian analisis gaya berjalan (gait) manusia yang baik terus berkembang seiring dengan perkembangan aplikasi pengolahan citra dalam berbagai bidang serta perkembangan teknologi komputer dan kamera video. Bidang kedokteran dan bidang olah raga adalah bidang yang terkait langsung dengan penelitian ini. Dalam bidang kedokteran penelitian ini dapat membantu dokter dalam mendiagnosis pasien yang mengalami kelainan berjalan, merancang program rehabilitasi dan desain prostetik. Pada bidang olah raga hasil penelitian ini dapat digunakan pelatih untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan gerakan pada atlet dan mengajarkan teknik terbaik, aman dan efektif sehingga dapat meningkatkan performa atlet tersebut. Penelitian ini mengusulkan metode dan algoritma analisis gaya berjalan manusia serta pengembangan prototipe perangkat lunak. Metode yang dikembangkan berupa analisis gaya berjalan secara real-time dan non-intrusive (tanpa menggunakan penanda ataupun intervensi operator). Metode ini didukung oleh algoritma akuisis citra, algoritma segmentasi, algoritma skeletonisasi dan algoritma ekstraksi fitur gerakan. Tahap pertama analisis gaya berjalan seseorang adalah akuisisi objek (seseorang yang sedang berjalan) menggunakan webcam Logitech Quickcam Pro High Definition 9000 secara real-time. Tahap kedua adalah segmentasi yang terdiri dari pra proses dan pembentukan siluet. Pada pra proses, setiap frame gait yang dihasilkan dari akuisisi gaya berjalan manusia diproses menggunakan metode background subtraction. Selanjutnya dilakukan pembentukan siluet tubuh manusia melalui proses filtering, thresholding, dilasi, erosi, dan inversi. Tahap ketiga adalah proses skeletonisasi, yakni proses pembentukan skeleton menggunakan metode thinning. Tahap terakhir yang dilakukan adalah proses ekstraksi fitur, yaitu proses pengukuran parameter jarak kedua kaki menggunakan perhitungan geometri ruang untuk memperoleh koordinat dari setiap frame citra skeleton pada bagian kedua kaki manusia. Kelebihan dari teknik yang digunakan ini dibandingkan teknik lainnya adalah keseluruhan proses tersebut dilakukan dengan metode non-intrusive, dimana objek tidak perlu menggunakan penanda (marker) dan operator tidak perlu memberikan tanda secara manual pada skeleton untuk memudahkan proses ekstraksi, karena sistem secara otomatis dapat mendeteksi titik-titik yang diperlukan untuk proses ekstraksi fitur. Berdasarkan hasil analisis dan pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa algoritma akuisisi dapat mencuplik citra gait manusia secara real-time dengan kecepatan 30 citra/detik. Algoritma segmentasi mampu menghasilkan siluet yang relatif sama dengan bentuk tubuh orang yang terekam. Algoritma skeletonisasi telah mampu menghasilkan skeleton dari citra siluet dan memudahkan proses ekstraksi fitur. Algoritma ekstraksi fitur yang dikembangkan berhasil melakukan perhitungan fitur-fitur gait manusia secara otomatis dan tanpa interfensi operator atau bersifat non-intrusive dalam waktu yang relatif cepat. Tingkat akurasi dari metode dan algoritma yang dikembangkan mencapai 97.75%.

Item Type: Thesis (PhD)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Program Doktoral > Doktoral Teknologi Informasi
Depositing User: Mr Reza Chandra
Date Deposited: 20 May 2016 05:19
Last Modified: 20 May 2016 05:19
URI: http://repository.gunadarma.ac.id/id/eprint/1556

Actions (login required)

View Item View Item