KNOWLEDGE BASED ECONOMY SEBAGAI BASIS PENINGKATAN DAYA SAING BANGSA

Kuswanti, Eni Prima (2005) KNOWLEDGE BASED ECONOMY SEBAGAI BASIS PENINGKATAN DAYA SAING BANGSA. Proceeding, Seminar Nasional PESAT 2005. ISSN 18582559

[img]
Preview
Text
KNOWLEDGE BASED ECONOMY SEBAGAI BASIS PENINGKATAN DAYA SAING BANGSA_UG.pdf - Submitted Version

Download (476Kb) | Preview

Abstract

Sejale Indonesia menandatangani Imsepalcatan NAFI'A, AFTA dan WTO hal iIU berarti Indonesia secara sadar menentuIron pilihan untuk lurut menjodi pemain elronomi di tingkat Global. Tentunya hal ini bukan Iagi sesuatu hal yang bisa di anggap sepi 1carena segala konselcwnsi yang terlrait akan keadaan ini sangat lcuat pengaruhnya dengan kesiapan pemerintah Indonesia menyikapi segala dampak yang dilimbulkan. Ada dua pertanyoon besar yang perlu dijawab oIeh pemerintah Indonesia dalam menyikapi hal ini, yang pertama, seberapa Icuat Indonesia mampu bersaing secara bebas dan lerbulra dengan bangsa-bangsa lain di dunia? Apa grand strategi yang dapat dijadilran panduan untuk memenangi persaingan di era pasar global tersebut.Bila peme1intah Indonesia membanggalran asset sumberdaya alam yang berlimpah dan jumlah penduduk sebagai tenaga Imrja murah merupakan "tombale Immbar" yang dapat diandal/am menjodi modal dasar pembangunan menuju persaingan antar bangsa Maka sejarah sudah membulctikan bahwa dua "jimat" salcti yang diunggullran itu selama rezim arde baru lerbulcti tidalc cuIcup andal untuk bersaing dengan negara-negara lain di pasar global. Sumber daya alam yang berlimpah hanya dijual tanpa sentuhan tekn%gi tinggi terbuJcti hanya menghasilJam devisa yang tidale seberapa banyak dibanding Imrusakan Iingkungan yang ditimbulkan. Sedangkan Jumlah penduduk sebaga; tenaga Imrja murah lerbukti bulran Jaletor penting untuk memenang; persaingan pasar global manakala unsleills labour justru banyak menimbullrtm ineflSiens; dalam proses produlrsi. Di sisi lain leita menyaksilran negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan bahkan Singapura yang bisa dikatakan tidak memiliki sumber daya alam melimpah dan jumlah penduduJcnya juga hanya sedikit ternyata justru mampu keluar sebagai pemenang dalam persaingan pasar global. Fakta ini mengajarlran leita untuk melihat dari sisi mana negara-negara lelangga mengatur dirinya menuju pertarungan pasar global. Pada Imnyataannya negara-negara maju itu lelah mengalur pertumhuhan elronominya berbasis ilmu pengetahuan (knowledge base economy). Knowledge Based Economy adalah perekonomianyang secara langsung didasarkan atas produksi, distribusi serla penggunaan knowledge OEeD (1996). Seperli ".',lnya yCmg dilratakan oleh Peter Drucker (1983) bahwa knowledge akan menjadi motor pada perlmmbangan dim inovasi produk-produk unggulan di seliap perusahaan. Alas dasar Jalcta ini, maka langlrah yang horus ditempuh pemerintah adalah melalcukan stralegi pembangunan yang berbasis knowledge base economy dengan cara mendorong tumbuhnya Imgiatan penelitian dan pengembangan di aras individu, lembaga bisnis, perguruan tinggi dan birokrasi. Pengambilan Imputusan dalam Imbijakan pembangunan hendaknya didasarkan atas basil-basil temuan risel sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat bahwa pemerintah lebih menghargai knowledge kelimbang kedekatan lobby dan Impentingan polilik. Pemerinlah hendalcnya juga memberi incenlive ekonomi bagi para pihalc yang melalcukan aletivitas penelitian dan pengembangan unruk menghasilkan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK)

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Economy; Daya; Bangsa
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi > Program Studi Akuntansi
Depositing User: Mr Reza Chandra
Date Deposited: 27 Feb 2014 09:01
Last Modified: 27 Feb 2014 09:01
URI: http://repository.gunadarma.ac.id/id/eprint/312

Actions (login required)

View Item View Item