<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Repository Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/429" />
  <subtitle />
  <id>http://hdl.handle.net/123456789/429</id>
  <updated>2013-05-14T10:35:21Z</updated>
  <dc:date>2013-05-14T10:35:21Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Evaluation Of Cpm/Pert And Eva Analysis In Project Management</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/3088" />
    <author>
      <name>Wahyujati, Ajie</name>
    </author>
    <author>
      <name>Hardian, Mohammad Okki</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/3088</id>
    <updated>2012-06-01T10:35:27Z</updated>
    <published>2008-10-25T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Evaluation Of Cpm/Pert And Eva Analysis In Project Management
Authors: Wahyujati, Ajie; Hardian, Mohammad Okki
Abstract: This research is purposed to evaluate the usage of CPM / PERT (Critical Path Method / Program Evaluation and Review Technique) and EVA (Earned Value Analysis) in a construction project, by comparing the result of those two analysis to evaluate the relationships of those methods. Research results shows that CPM/PERT and EVA have different result, technology intensive tasks has higher value on CPM/PERT, on the other hand, labor-intensive tasks has higher value on EVA. This difference will make different project report to the project owner that will make the project owner confused and give an opportunity for project contractors to make a fraudulent report.</summary>
    <dc:date>2008-10-25T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pembangunan Prototype Perangkat Lunak  Penerjemahan Bahasa Inggris Ke Dalam  Bahasa Indonesia Berbasis Frasa</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/2708" />
    <author>
      <name>Suryadi MT</name>
    </author>
    <author>
      <name>Kerami, Djati</name>
    </author>
    <author>
      <name>Satria, Yudi</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/2708</id>
    <updated>2012-06-01T04:25:44Z</updated>
    <published>2000-08-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pembangunan Prototype Perangkat Lunak  Penerjemahan Bahasa Inggris Ke Dalam  Bahasa Indonesia Berbasis Frasa
Authors: Suryadi MT; Kerami, Djati; Satria, Yudi
Abstract: Pembahasan yang dilakukan dalam riser ini adalah mengidentifikasi dan menganalisa polo kata benda dan frasa kata benda dalam bahasa Inggris. Berdasarian pola-pola tertentu tersebut, akan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sesuai dengan pole: kata benda dan frasa kata benda yang berlaku, baik secara praktis maupun bake.&#xD;
Tindak lanjut dari pembahasan tersebut adalah membangun prototipe perangkat lunak untuk dapat menerjemahkan kata benda dan frasa kata benda bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Kata benda dan frasa kata benda dalam bahasa Inggris disimpan dalam basis data secara dinamis, sehingga dapat terus bertambah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bahasa yang ada. Prototipe ini diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman Turbo Prolog versi 2.0 dalam lingkup sistem operasi DOS&#xD;
Dengan teraphkasikannya prototipe perangkat lunak sistem penerjemah ini, akan memberikan kemudahan dalam melalackan penerjemahan kata benda dan frasa kata benda dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia Sehingga akan memudahkan dalam memahami pengertian kata benda dan frasa kata benda bahasa Inggris dan bahasa Indonesia Manfaat lainnya dari prototipe ini adalah akan memberikan kemudahan dalam mengekspresikan pengertian kata benda dan frasa kata benda bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu juga memudahkan dalam menentukan padanan artikel "a atau an" dalam bahasa Indonesia.</summary>
    <dc:date>2000-08-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Otomatisasi Pembuatan House Of Quality  Pada Quality Function Deployment</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/2706" />
    <author>
      <name>Noor, Asep Mohamad</name>
    </author>
    <author>
      <name>Arifin, Irwan</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/2706</id>
    <updated>2012-06-01T04:25:11Z</updated>
    <published>2000-08-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Otomatisasi Pembuatan House Of Quality  Pada Quality Function Deployment
Authors: Noor, Asep Mohamad; Arifin, Irwan
Abstract: Quality Function Deployment (QFD) merupakan suatu metode yang bermanfaat dalam proses perencanaan dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas suatu produk serta menyesuaikan spesifikasi produk dengan selera pasar. QFD memfasilitasi komunikasi antara pengguna (melalui voice of customer) dan pembuat (melalui voice of engineer) dengan tujuan utama menekan sekecil mungkin kemungkinan terjadinya 'market misses' suatu produk pada scat pemasarannya.&#xD;
Dalam implementasi QFD, terdapat enam langkah yang harus dijalani, dimulai dari identifikasi keinginan/kebutuhan pengguna hingga identifikasi prioritas perbaikan produk berdasarkan hubungan-hubungan yang terjadi antara voice of customer dan voice of engineer, yang seluruhnya dituangkan dalam model yang dinamakan House of Quality (HOQ). HOQ pada dasarnya bisa dibuat dengan cara manual, yaitu dengan menggambar, mengisi, dan mènghitung komponen-komponen HOQ dengan tangan, yang tentu saja akan memakan banyak waktu. HOQ bisa juga dikerjakan dengan menggunakan program aplikasi spreadsheet (seperti MS.Excel) sehingga terjadi penghematan waktu perhitungan. Namur: HOQ yang dikerjakan dengan menggunakan spreadsheet masih belum berfungsi secara optimal karena beberapa hal, yaitu : wujud HOQ tidak tergambar secara nyata (padahal HOQ berpotensi untuk menunjukkan hubungan antara voice-of-customer dan voice-of¬engineer serta berbagai aspeknya secara visual), berkesan remit, prioritas perbaikan serta dampaknya harus dicari secara manual, dan kurang fleksibel (terutama jika akan dilakukan mochfikasi). Alternatif lain adalah membuat perangkat lunak khusus untuk membuat HOQ, seperti yang dilakulasm dalam penelitian ini. Dengan menggunakan perangkat lunak tersebut, pengguna tinggal memasukkan nilai parameter-parameter yang diperlukan, selanjutnya program akan langsung melakukan perhitungan dan menyajikan HOQ secara nyata berikut prioritas perbaikan berserta pengaruh modifikasi parameter teknis suatu produk terhadap parameter lain.&#xD;
Penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara waktu yang dibutuhkan untuk membuat HOQ secara manual, semimanual (dengan menggunakan spreadsheet), dan terotomatisasi dengan menggunakan perangkat lunak yang dibuat secara khusus.</summary>
    <dc:date>2000-08-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sistem Pengenal Bunyi Berbasis  Sistem Operasi Linux</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/2705" />
    <author>
      <name>Tarigan, Avinanta</name>
    </author>
    <author>
      <name>Rompies, Mark</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sunarti, Ni Made</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/2705</id>
    <updated>2012-06-01T04:24:36Z</updated>
    <published>2000-08-23T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Sistem Pengenal Bunyi Berbasis  Sistem Operasi Linux
Authors: Tarigan, Avinanta; Rompies, Mark; Sunarti, Ni Made
Abstract: Kemampuan sistem pendengaran manusia dalam mengenal bunyi sebenarnya dapat ditiru untuk diimplementasikan pada robot, sistem keamanan, dll, karena komponen-komponen pendukungnya telah tersedia, yaitu microphone sebagai pengganti telinga, algoritma-algoritma pemroses sinyal digital dan JSB (Jaringan Syaraf Buatan) yang akan menjalankan fungsi sebagai otak. Di dalam penelitian ini, dibuat sistem pendengaran komputer dengan menggunakan sarana tersebut diatas, dimana JSB dibuat dalam bentuk program komputer yang berjalan di bawah sistem operasi Linux. Suara yang masuk ke dalam komputer akan mengalami beberapa proses sebelum masuk ke dalam JSB, agar pada akhirnya JSB dapat membedakan suara satu dari lainnya. Sistem operasi Linux dipilih karena memiliki prospek yang baik sebagai salah satu perangkat lunak yang menganut prinsip open source.</summary>
    <dc:date>2000-08-23T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

