<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Repository Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/456" />
  <subtitle />
  <id>http://hdl.handle.net/123456789/456</id>
  <updated>2013-05-15T12:22:53Z</updated>
  <dc:date>2013-05-15T12:22:53Z</dc:date>
  <entry>
    <title>USULAN PERBAIKAN TATA LETAK PRODUKSI KERIPIK KENTANG DI INDUSTRI KECIL MENENGAH BENCOK 26 PROPOSED IMPROVEMENT OF POTATO CHIPS PRODUCTION LAYOUT IN SMALL AND MEDIUM INDUSTRIES BENCOK 26</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/5552" />
    <author>
      <name>Santy, Sila</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/5552</id>
    <updated>2012-12-15T07:07:37Z</updated>
    <published>2012-12-15T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: USULAN PERBAIKAN TATA LETAK PRODUKSI KERIPIK KENTANG DI INDUSTRI KECIL MENENGAH BENCOK 26 PROPOSED IMPROVEMENT OF POTATO CHIPS PRODUCTION LAYOUT IN SMALL AND MEDIUM INDUSTRIES BENCOK 26
Authors: Santy, Sila
Abstract: Permasalahan yang terdapat pada Industri Kecil Menengah (IKM) Bencok 26 adalah&#xD;
penempatan dan penataan ruangan yang tidak teratur dan belum sesuai dengan alur prosesnya,&#xD;
sehingga mengakibatkan terjadi aliran bolak-balik. Jarak ruangan yang jauh untuk melakukan&#xD;
kegiatan selanjutnya juga dirasa kurang efektif dan efisien. Perencanaan usulan perbaikan tata&#xD;
letak IKM bencok 26 menggunakan tipe tata letak fasilitas berdasarkan aliran produksi. Pola&#xD;
aliran bahan atau material yang sebaiknya diterapkan adalah pola aliran melingkar. Pola ini&#xD;
dipilih karena pintu yang terdapat pada IKM Bencok 26 hanya satu yang nantinya akan&#xD;
digunakan untuk bahan masuk dan keluar. Jarak total perpindahan bahan sebelum perbaikan&#xD;
sebesar 31,445 meter, sedangkan pada usulan perbaikan didapat jarak total perpindahan&#xD;
bahan sebesar 14,475 meter. Biaya total perpindahan bahan sebelum perbaikan sebesar Rp&#xD;
327,805, sedangkan pada usulan perbaikan didapat biayas total perpindahan bahan sebesar Rp&#xD;
150,898.</summary>
    <dc:date>2012-12-15T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>KARAKTERISTIK TELEPON SELULER BERDASARKAN SUARA KONSUMEN MOBILE PHONE CHARACTERISTICS BASED ON VOICE OF CUSTOMER</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/5539" />
    <author>
      <name>Olivia Thaeras, Heidy</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/5539</id>
    <updated>2012-12-15T07:03:38Z</updated>
    <published>2012-12-15T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: KARAKTERISTIK TELEPON SELULER BERDASARKAN SUARA KONSUMEN MOBILE PHONE CHARACTERISTICS BASED ON VOICE OF CUSTOMER
Authors: Olivia Thaeras, Heidy
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan produk telepon&#xD;
seluler Jerman dibandingkan produk dari negara lain, mengetahui nilai rata-rata persepsi dan&#xD;
harapan masyarakat Indonesia terhadap produk telepon seluler Jerman yang beredar di&#xD;
Indonesia sehingga dapat diketahui tingkat kepuasan konsumen serta mengetahui urutan&#xD;
prioritas karakteristik produk yang akan dikembangkan terlebih dahulu. Informasi ini&#xD;
diharapkan dapat menjadi masukan bagi produsen lokal yang tertarik mengembangkan usaha&#xD;
produksi telepon genggam. Penelitian ini menggunakan beberapa variabel pengukur yaitu&#xD;
varibel persepsi dan harapan, serta variabel kepuasan pengguna telepon seluler Jerman yang&#xD;
dilihat dari nilai kesenjangan antara persepsi dan harapan. Persepsi dan harapan&#xD;
menggunakan delapan (8) dimensi kualitas yaitu performa, ketahanan, kemudahan servis,&#xD;
estetis, kualitas yang diterima, kesesuaian dengan standar, keandalan, dan fitur. Kuesioner&#xD;
terdiri dari 30 pernyataan yang disebarkan kepada 390 responden. Metode yang digunakan&#xD;
untuk menentukan tingkat prioritas karakteristik produk menggunakan metode Quality Function&#xD;
Deployment. Diketahui produk telepon seluler Jerman paling unggul jika dilihat dari segi&#xD;
kualitasnya yang bagus. Kekurangan produk ini terletak pada promosinya yang kurang bagus&#xD;
jika dibandingkan dengan produk dari negara lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa&#xD;
pengguna kurang puas terhadap produk telepon seluler Jerman yang mereka gunakan sehingga&#xD;
harus dilakukan perbaikan pada karakteristik produk. Karakteristik yang harus dikembangkan&#xD;
berdasarkan pengolahan data dengan urutan prioritas dari tertinggi hingga terendah berturut-&#xD;
turut yaitu atribut aplikasi, prosesor, memperbanyak mitra, antropometri tangan, baterai,&#xD;
kerapatan gambar, gerai cabang, bentuk, ukuran papan tombol, tombol navigasi, memori&#xD;
internal, teknologi paket data, fasilitas MP3, memori eksternal, ukuran layar, bahan untuk&#xD;
struktur, antivirus, pekerja, garansi, alat mengirim data, celah, dan halaman pada pesan&#xD;
layanan singkat.</summary>
    <dc:date>2012-12-15T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PERAMALAN IMPOR BUAH-BUAHAN FRUITS IMPORT FORECASTING</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/5520" />
    <author>
      <name>Halimatussa’diah, Halimatussa’diah</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/5520</id>
    <updated>2012-12-15T06:55:15Z</updated>
    <published>2012-12-15T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PERAMALAN IMPOR BUAH-BUAHAN FRUITS IMPORT FORECASTING
Authors: Halimatussa’diah, Halimatussa’diah
Abstract: Kondisi perekonomian suatu negara dapat terlihat dari nilai pada neraca&#xD;
perdagangan. Neraca perdagangan dapat bernilai surplus ataupun defisit yang&#xD;
dipengaruhi oleh nilai ekspor dan impor. Keadaan defisit dikarenakan nilai impor lebih&#xD;
besar dibandingkan nilai ekspor. Jumlah ekspor maupun impor yang berfluktuasi&#xD;
secara tidak langsung akan mempengaruhi naik turun dari pendapatan devisa negara.&#xD;
Nilai impor yang semakin tinggi tentunya mengakibatkan penurunan devisa yang&#xD;
signifikan. Sektor non migas memiliki nilai impor yang paling besar, dan yang memiliki&#xD;
jumlah cukup besar ada pada impor komoditi pangan. Selama periode tiga belas tahun&#xD;
terakhir impor kelompok buah-buahan berfluaktuatif dan mencapai nilai tertinggi pada&#xD;
tahun 2011. Kenaikan ini harus diantisipasi karena dapat berdampak jangka pendek&#xD;
bagi pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Oleh karena itu, proyeksi impor buah-&#xD;
buahan pada periode yang akan datang perlu dilakukan untuk mengatasi persoalan ini.&#xD;
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode peramalan terbaik untuk konsumsi&#xD;
impor buah-buahan. Metode peramalan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri&#xD;
dari 4 jenis metode dengan konsep peramalan jangka pendek dan data trend.&#xD;
Berdasarkan pengolahan data, didapatkan metode yang terbaik yang dapat digunakan&#xD;
untuk meramalkan impor buah-buahan adalah metode pemulusan eksponensial linier.&#xD;
Hasil peramalan menunjukkan impor buah yang naik untuk tahun 2012. Kenaikkan&#xD;
impor ini dapat diantisipasi dengan berbagai kebijakan seperti melakukan pengetatan&#xD;
masuknya buah impor, peningkatan produktivitas buah lokal, peningkatan kemampuan&#xD;
bersaing buah lokal dengan buah impor dan peningkatan budaya untuk mencintai&#xD;
produk dalam negeri.</summary>
    <dc:date>2012-12-15T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PERANCANGAN PROSES PRODUKSI BUBUR KENTANG SIAP SAJI DENGAN MEMPERHATIKAN KEINGINAN KONSUMEN</title>
    <link rel="alternate" href="http://hdl.handle.net/123456789/5512" />
    <author>
      <name>Elizabeth, Grace</name>
    </author>
    <id>http://hdl.handle.net/123456789/5512</id>
    <updated>2012-12-15T06:51:03Z</updated>
    <published>2012-12-15T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PERANCANGAN PROSES PRODUKSI BUBUR KENTANG SIAP SAJI DENGAN MEMPERHATIKAN KEINGINAN KONSUMEN
Authors: Elizabeth, Grace
Abstract: Masa kini produk bubur kentang dapat ditemukan dalam bentuk siap saji untuk&#xD;
kepraktisan dan penghematan waktu dalam pengolahannya. Quality Function&#xD;
Deployment (QFD) adalah salah satu metode yang dapat membantu mencari&#xD;
kesinambungan antara karakteristik bubur kentang siap saji dengan kepuasan para&#xD;
konsumen sebagai salah satu strategi produsen menguasai pasar pengolahan bubur&#xD;
kentang siap saji. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diketahui prioritas&#xD;
atribut karakteristik teknis bubur kentang siap saji yang harus terpenuhi dan&#xD;
dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Atribut&#xD;
karakteristik teknis tersebut, antara lain yaitu pada variabel bahan baku, yaitu jenis&#xD;
komposisi, komposisi bahan baku, dan kualitas bahan baku. Selanjutnya disusul dengan&#xD;
atribut mencantumkan komposisi pada kemasan, standar produksi yang berstandar ISO,&#xD;
keadaan umum rasa, mencantumkan informasi nilai gizi pada kemasan, pengemasan&#xD;
yang tidak mempengaruhi/dipengaruhi isi, keadaan umum warna, dan biaya&#xD;
manufakturing.</summary>
    <dc:date>2012-12-15T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

