<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>Repository Collection:</title>
    <link>http://hdl.handle.net/123456789/440</link>
    <description />
    <pubDate>Fri, 17 May 2013 02:21:41 GMT</pubDate>
    <dc:date>2013-05-17T02:21:41Z</dc:date>
    <item>
      <title>BALI CITYWALK</title>
      <link>http://hdl.handle.net/123456789/1706</link>
      <description>Title: BALI CITYWALK
Authors: Dianwahyudhi, Ari
Abstract: Perkembangan Kebudayaan dan pariwisata selalu dijadikan salah satu sarana fasilitas keberadaan sebuah kota yang lengkap, Sejalan dengan tumbuh kembangnya kebudayaan dan pariwisata, maka dibutuhkan sarana yang mendukung dalam situasi ini keadaan yang memungkinkan didirikannya suatu bangunan yang bisa mendukung dari semua kegiatan yang ada, adalah sebuah pusat perbelanjaan, yang dimaksud ini adalah Citywalk, dengan konsep horizontal yang menganut sistem tri mandala yang berorientasi pada sumbu matahari.</description>
      <pubDate>Tue, 08 May 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/1706</guid>
      <dc:date>2012-05-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PUSAT HIDROTERAPI DI JAKARTA</title>
      <link>http://hdl.handle.net/123456789/1705</link>
      <description>Title: PUSAT HIDROTERAPI DI JAKARTA
Authors: Ramadhania, Sifa
Abstract: Hidroterapi merupakan penggunaan terus atau air dingin untuk mendapatkan manfaat kesehatan tertentu. Hidroterapi terdiri dari 2 kata yaitu Hydro dan Therapy. Hydro berarti air sedangkan therapy dalam kamus yaitu terapi, definisi terapi adalah “usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit”. Pusat Hidroterapi di Jakarta merupakan salah satu bentuk terapi yang mulai banyak diminati sebagai salah satu trend gaya hidup di Jakarta. Belum adanya sebuah Tempat terapi air yang lengkap berada dalam satu area membuat para konsumen harus mengunjungi beberapa tempat. Dengan kesibukan yang padat konsumen yang rata-rata eksekutif muda tidak mempunyai banyak waktu untuk mengunjungi beberapa tempat sekaligus. Proyek Pusat Hidroterapi merupakan salah satu usaha untuk menggabungkan berbagai jenis terapi air kedalam satu wadah dengan kelengkapan sarana penunjangnya, dengan tujuan untuk melayani masyarakat dan memenuhi kebutuhan akan hidroterapi. Hidroterapi merupakan salah satu alternative terapi yang mempunyai multifungsi, dapat dijadikan sebagai terapi air untuk kebutuhan medis dan terapi air untuk kebutuhan non medis atau lebih dikenal dengan spa.</description>
      <pubDate>Tue, 08 May 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/1705</guid>
      <dc:date>2012-05-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>DEKONSTRUKSI DALAM DESAIN URBAN STUDI KASUS : PLAZA E’X, JALAN M.H. THAMRIN, JAKARTA PUSAT</title>
      <link>http://hdl.handle.net/123456789/1704</link>
      <description>Title: DEKONSTRUKSI DALAM DESAIN URBAN STUDI KASUS : PLAZA E’X, JALAN M.H. THAMRIN, JAKARTA PUSAT
Authors: Puspita Dewi, Fanty
Abstract: An urban design is always interesting to be viewed. It is because an urban design belongs to the “urban” itself. So, an urban design must have a design that be able to facilitate the needs of the “urban”. The fast movement of Jakarta city needs an urban design which representing the fast movement of this city. A deconstruction concept can provide it. One example of urban design in Jakarta which using this concept in purpose is the E’X Plaza in Jalan Thamrin, Central Jakarta. The question research of this thesis is how the impact of the Plaza E’X as a deconstruction building to the Koridor Thamrin area in an urban context in the research area. What the writer wants to know is how the impact of architectural physical as a single building to a city, considered from the visual form of the image of the city in the area. The approach of this thesis is using the descriptive qualitative method and phenomenological method. This phenomenological method lets the area to tell the story of itself to the writer as a viewer, about the phenomena in it, and then it described qualitatively by the writer from the single first person’s point of view, in this case is the writer as a direct observer. The theory those used to help the writer tells the story about the E’X Plaza as a single building and the connection with the urban area is the deconstruction theory as the architectural approach, and the urban theories, one as the approach by Kevin Lynch with its five elements which formed the image of the city. Finally, there is a conclusion that functionally the E’X Plaza give the answer of the user’s needs of the entertainment center in that area which have its own style and class, for the young, funky and exclusive executive. Its existency works together with other buildings with different function, such as offices, embassy and hotels. But if it put inside a city visual form, the deconstruction concept of this building doesn’t give a strong impact to the visual form of the whole Thamrin area.</description>
      <pubDate>Tue, 08 May 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/1704</guid>
      <dc:date>2012-05-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Kajian Penutupan Perlintasan Sebidang antara Jalan Kereta Api dengan Jalan Raya pada lokasi Jalan KH. Mas Mansyur dan Jalan Abdul Syafi’ie Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta</title>
      <link>http://hdl.handle.net/123456789/1703</link>
      <description>Title: Kajian Penutupan Perlintasan Sebidang antara Jalan Kereta Api dengan Jalan Raya pada lokasi Jalan KH. Mas Mansyur dan Jalan Abdul Syafi’ie Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Authors: Priyo Widodo, Amrih
Abstract: Penutupan perlintasan sebidang jalan kereta api dengan jalan raya merupakan upaya tindak lanjut dari Undang-Undang no.23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dan sudah dicanangkan menjadi program pemerintah dengan terbitnya Kesepakatan Bersama (MoU) antara Departemen Perhubungan Republik Indonesia dengan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tentang “Perencanaan, Pembangunan, Pengadaan, Pengoperasian, Pemeliharaan, dan Penghapusan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan” nomor KM.87 tahun 2004 tanggal 21 Desember 2004 (Dep.Perhub.) , dan nomor 247 tahun 2004 tanggal 21 Desember 2004 (Dep.Dalam Negeri) . Dengan pertimbangan tingginya angka kecelakaan / sering terjadinya kecelakaan diperlintasan sebidang jalan kereta api dengan jalan raya yang banyak menelan korban jiwa akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat didalam berlalulintas dan tingginya frekuensi perjalanan kereta api yang ada dewasa ini (yang tidak ditunjang dengan peralatan buka-tutup pintu perlintasan yang memadai) , maka penetapan penutupan perlintasan sebidang jalan kereta api dengan jalan raya sudah dapat dikategorikan sangat mendesak . Bangunan simpang tak sebidang yang melintasi jalan kereta api yang terbangun di wilayah DKI Jakarta sudah cukup banyak , akan tetapi perlintasan sebidang masih terbuka dan tetap dioperasikan . Hal ini dapat meningkatkan kerawanan terhadap keselamatan pengguna jalan dan mengganggu perjalanan kereta api ; untuk itu pada lokasi-lokasi dimaksud diusulkan adanya penutupan perlintasan sebidang secara permanen . Rencana penutupan perlintasan sebidang ini perlu dievaluasi dan dikaji ; dimana dalam penulisan kajian ini difokuskan pada perlintasan sebidang yang ada di Jalan KH. Mas Mansyur Jakarta Pusat dan Jalan Abdul Syafi’ie Jakarta Selatan . Kajian ini menganalisis permasalahan dari segi teknis dan ekonomis . Dengan direalisasikannya penutupan perlintasan sebidang antara jalan kereta api dengan jalan raya, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan kedua moda dan dapat mengurangi/menghilangkan tundaan perjalanan moda jalan ; meskipun sesuai dengan perhitungan biaya operasi kendaraan mengalami penambahan biaya dikarenakan bertambahnya panjang lintasan pada setiap lokasi kajian .</description>
      <pubDate>Tue, 08 May 2012 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://hdl.handle.net/123456789/1703</guid>
      <dc:date>2012-05-08T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

