|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1045
|
| Title: | Agresivitas Kaum Male To Female Transseksual (Waria) |
| Authors: | Damariyanti, Meta |
| Keywords: | Agresivitas Kaum Male to Female Transeksual (waria) |
| Issue Date: | 5-May-2012 |
| Abstract: | Gangguan identitas gender, biasanya dikenal juga dengan istilah transeksualisme adalah
kesadaran mental yang dimiliki seseorang tentang jenis kelaminnya, tentang apakah dirinya
laki-laki atau perempuan dimana identitas gender yang dimiliki oleh seorang transeksual ini
berlawanan dengan jenis kelamin yang “dikenakan” kepadanya berdasarkan genital fisiknya.
Male to female transeksual atau yang dikenal dengan istilah waria yaitu transeksual laki-laki ke
perempuan, memiliki tubuh laki-laki dan jiwa perempuan. Sampai saat ini kehadiran kaum
waria disekeliling kita masih belum sepenuhnya diterima. Tak jarang mereka diperlakukan
seperti manusia ajaib yang patut ditertawakan, diolok – olok, atau bentuk – bentuk penolakan
lainnya. Pada kenyataannya penolakan dan sikap anti pati dari masyarakat tersebutlah yang
selama ini dapat memicu perilaku agresivitas kaum waria.
Dari pemaparan diatas, maka timbul pertanyaan mengenai faktor-faktor apa saja yang
dapat menyebabkan seseorang menjadi waria, bagaimana gambaran agresivitas subjek, faktor –
faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya agresivitas dan bagaimana proses
perkembangan agresivitas pada subjek .
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat
menyebabkan seseorang menjadi waria, bagaimana gambaran agresivitas subjek, faktor – faktor
apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya agresivitas dan bagaimana proses perkembangan
agresivitas pada subjek .
Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif karena metode kualitatif
sesuai untuk digunakan pada masalah-masalah yang bertujuan untuk mengeksplorasi kehidupan
seseorang atau tingkah laku seseorang dalam kehidupannya sehari-hari, dengan menggunakan
metode kualitatif juga diperoleh pemahaman yang mendalam tentang berbagai gejala-gejala
sosial yang terjadi di dalam masyarakat.
Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah waria berusia 21 - 40 tahun,
memiliki pekerjaan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua orang subjek
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara
dan observasi dengan subjek dan significant others. Dalam proses wawancara ini, untuk
membantu proses pengumpulan data maka peneliti dilengkapi dengan pedoman wawancara,
pedoman observasi dan alat perekam.
Setelah dilakukannya penelitian pada subjek 1 dan significant other dan subjek 2 beserta
significant othernya maka didapat hasil bahwa kedua subjek tersebut memilki faktor-faktor
penyebab seseorang menjadi waria yang meliputi faktor biologis dan psikososial. Selain itu
kedua subjek juga memiliki faktor-faktor yang dapat menyebabkan agresi seperti faktor biologis,
faktor situasional, faktor lingkungan, faktor sosial, dan faktor psikologis namun pada proses
perkembangan agresi yang terdiri dari pemodelan dan pembelajaran, hanya proses pemodelan
yang dimiliki oleh kedua subjek tidak dengan proses pembelajaran. Kedua subjek juga memiliki
perilaku agresivitas. Walaupun setiap subjek memiliki bentuk-bentuk perilaku agresivitasnya
tersendiri. Agresivitas tersebut terdiri dari agresi fisik aktif langsung, agresi fisik aktif tidak
langsung, agresi fisik pasif langsung, agresi fisik pasif tidak langsung, agresi verbal aktif
langsung, verbal aktif tidak langsung, agresi verbal pasif langsung, dan agresi verbal pasif tidak
langsung |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1045 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|