|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1086
|
| Title: | SELF REGULATED LEARNING PADA ANAK HOMESCHOOLING TUNGGAL |
| Authors: | HALILINTAR, MOHAMMAD |
| Keywords: | evaluating reflecting |
| Issue Date: | 5-May-2012 |
| Abstract: | Homeschooling tunggal adalah konsep pendidikan sekolah rumah pada satu keluarga.
Orangtua fokus pada satu anak tanpa ada campur tangan pihak keluarga serta peserta didik lain.
Homeschooling tunggal menjadi pendukung terciptanya lingkungan belajar yang diinginkan
orangtua. Anak dengan homeschooling tunggal memiliki strategi belajar berbeda dari anak di
sekolah umum, misalnya pengaturan jadwal. Pada sekolah umum jadwal pelajaran sudah
ditentukan pihak sekolah, namun pada homeschooling tunggal jadwal pelajarannya fleksibel.
Tetapi siswa tetap memiliki tanggung jawab terhadap pengaturan jadwalnya. Karena itu perlu
adanya regulasi dalam belajar. Regulasi ini yang disebut dengan self regulated learning.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan mengapa orangtua subjek memilih
homeschooling tunggal, bagaimana self regulated pada anak homeschooling tunggal serta
gambaran apa saja yang muncul pada self regulated learning subjek. Subjek penelitian ini
adalah anak homeschooling tunggal berusia 10 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan
metode observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa alasan
orangtua subjek memilih homeschooling tunggal adalah pendidikan moral, adanya lingkungan
sosial dan suasana, serta waktu belajar yang lebih baik dan fleksibel, kehangatan dan proteksi
dalam pembelajaran serta penghindaran dari penyakit sosial. Sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi self regulated learning subjek disebabkan oleh proses diri (proses personal),
tingkahlaku dan lingkungan (environmental events). Untuk gambaran self regulated learning
yang muncul pada subjek, dapat dilihat dari karakteristik dan strategi self regulated learningnya.
Karakteristik tersebut meliputi, orienting, planning, monitoring, testing, diagnosting, repairing,
evaluating dan reflecting. Sedangkan strategi self regulated learningnya meliputi, self evaluating,
organizing and transforming, goal-setting and planning, seeking information, keeping records
and monitoring, environtmental structuring, self consequating, rehearsing and memorizing,
seeking social assistance from peers, seeking social assistance from teachers, seeking social
assistance from adult and reviewing records. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1086 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|