|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Ekonomi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1136
|
| Title: | Pemetaan Potensi Ekonomi Pada Sektor Usaha Ternak Sapi Potong Di Pulau Jawa |
| Authors: | Irvani, Rizki Murtono Soenhadji, Iman |
| Keywords: | Potensi Ekonomi Konsumsi daerah PDRB daerah (atas dasar harga berlaku) Pemasukan stok daging Pengeluaran stok daging, |
| Issue Date: | 5-May-2012 |
| Abstract: | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui provinsi di Pulau Jawa yang paling
potensial secara ekonomi untuk usaha ternak sapi potong dan Mengetahui pengaruh
pengeluaran stok daging sapi, pemasukan stok daging sapi dan konsumsi daerah
terhadap PDRB daerah (atas dasar harga berlaku) di Pulau Jawa. Penelitian ini
menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi yang terkait seperti
Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Peternakan.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa. Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah,
DIY Yogyakarta, Jawa Timur dan Banten merupakan provinsi yang signifikan dan
memiliki potensial secara ekonomi untuk usaha ternak sapi potong karena angka
signifikannya untuk masing-masing provinsi tersebut < dari 0,05. Untuk provinsi DKI
Jakarta satu-satunya provinsi yang tidak signifikan dan tidak memiliki potensial
secara ekonomi untuk usaha ternak sapi potong karena angka signifikannya sebesar
0,817 > dari 0,05.
Berdasarkan pada hasil perhitungan uji F, variabel pengeluaran stok daging
(X1), pemasukan stok daging (X2) dan konsumsi daerah (X3) mempunyai pengaruh
yang signifikan terhadap PDRB daerah (atas dasar harga berlaku) (Y). Angka
signifikannya sebesar 0,000 < dari 0,05 untuk masing-masing variabel pengeluaran
stok daging, pemasukan stok daging dan konsumsi daerah. Namun berdasarkan pada
hasil perhitungan uji t, dari ketiga variabel tersebut yang paling mempengaruhi
adalah variabel pemasukan stok daging (X2) dan variabel konsumsi daerah (X3), yang
mempunyai pengaruh sangat signifikan terhadap PDRB daerah (Y). Karena
pemasukan stok daging angka signifikannya sebesar 0,014 < dari 0,05 untuk nilai thitungnya
sebesar 2,709 dan konsumsi daerah angka signifikannya sebesar 0,004 <
dari 0,05 untuk nilai t-hitungnya sebesar 3,272. Sedangkan variabel pengeluaran stok
daging (X1) mempunyai pengaruh yang sama namun tidak signifikan, karena angka
signifikannya sebesar 0,741 > dari 0,05 untuk nilai t-hitungnya sebesar 0,336.
Variabel yang paling dominan adalah konsumsi daerah, hal ini ditunjukkan dari nilai
beta yang lebih besar dari variabel lainnya yaitu sebesar 1,036. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1136 |
| Appears in Collections: | E-Journal Ekonomi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|