|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1165
|
| Title: | Penyesuaian Diri Wanita yang Melakukan Konversi Agama Pra Pernikahan |
| Authors: | Eka Wati, Yulia |
| Keywords: | Penyesuaian diri wanita yang melakukan konversi agama pra pernikahan. |
| Issue Date: | 5-May-2012 |
| Abstract: | Konversi agama yang dilakukan oleh seseorang terutama wanita karena
pernikahan bukanlah merupakan suatu hal yang mudah. Hal ini membuat wanita tersebut
harus dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan agama dan juga lingkungan agama
barunya sehingga wanita tersebut dapat menjalani kehidupan barunya sebagai penganut
agama baru (muallaf) dengan baik. Hollander (1981) menyatakan bahwa, penyesuaian
diri adalah proses mempelajari tindakan atau sikap yang baru untuk menghadapi situasisituasi
yang baru.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk
studi kasus yang dilakukan untuk mengkonstruksikan fenomena sosial dan makna budaya
mengenai suatu kasus yang mempunyai karakteristik tertentu. Subjek dalam penelitian ini
berjumlah satu orang dengan karakteristik wanita yang melakukan konversi agama pra
pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode wawancara berstruktur dengan
menggunakan daftar pertanyaan, sedangkan metode observasi yang digunakan adalah
metode non partisipan dan berstruktur.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa wanita yang melakukan konversi
agama dapat menyesuaikan diri dengan baik yaitu subjek memiliki keinginan dan kemauan
untuk memahami dan mendalami agamanya, subjek berusaha untuk memahami agama
agar semakin dekat dengan Tuhan, subjek dapat menghadapi kesulitan dalam memahami
agama dengan bertanya, membaca buku, mendengarkan ceramah di TV, dan memanggil
guru mengaji, subjek dapat mengatasi perasaan sedih, kecewa dan putus asa dalam
memahami agama, subjek menerima status barunya sebagai muallaf dan yakin dengan
kemampuannya sebagai muallaf, dan subjek mendapatkan dukungan dari suami, keluarga,
teman, guru agama, dan tetangganya dalam memahami agama berupa nasehat,
bimbingan, saran, perhatian, dan semangat yang mempermudah dalam memahami agama.
Sementara itu, dampak konversi agama yang dirasakan subjek bagi dirinya, kehidupannya
dan orang yang juga memberi pengaruh yang positif bagi subjek.
Kata kunci : , |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1165 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|