Header Repository Gunadarma

Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Teknik Sipil dan Perencanaan >

Please use this identifier to cite or link to this item: http://hdl.handle.net/123456789/1338

Title: STUDI PERBANDINGAN SISTEM MANAJEMEN KONVENSIONAL DENGAN SISTEM MANAJEMEN ENGINEERING, PROCUREMENT, AND CONSTRUCTION (EPC) TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI
Authors: Hardiyanto, Gatot
Tenrisukki Tenriajeng, ir. Andi. MT
Keywords: penjadwalan proyek
proyek konstruksi
Issue Date: 5-May-2012
Abstract: Keterlambatan pekerjaan dan meningkatnya pembiayaan proyek merupakan salah satu kesalahan dari manajemen yang kurang baik. Pada umumnya, sistem manajemen proyek konstruksi yang sering digunakan adalah sistem manajemen Konvensional, dimana sering terdapat banyak kendala pada saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan karena adanya kegiatan tumpang tindih pada proyek konstruksi yang dapat menyebabkan keterlambatan dan meningkatnya pembiayaan. Selain itu juga ada sistem manajemen Engineering, Procurement, Construction (EPC) yang dapat diaplikasikan pada proyek konstruksi. Untuk membandingkan dari kedua sistem manajemen Konvensional dengan manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dapat dilakukan dengan membandingkan efisiensi terhadap biaya dan waktu pada proyek konstruksi. Dari perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa hasil dan kesimpulan, yaitu jika ditinjau penjadwalan aktivitas proyek dari tahap desain dan engineering, pengadaan barang dan jasa (procurement), dan pelaksanaan (construction) yang dapat disajikan dalam bentuk Gant Chart. Pada penjadwalan aktivitas proyek dengan sistem manajemen Konvensional menghasilkan durasi proyek untuk tahap desain dan engineering selama 135 hari kalender, untuk tahap procurement selama 145 hari kalender, dan pada tahap construction selama 450 hari kalender, sedangkan dengan sistem manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC) menghasilkan durasi proyek untk tahap desain dan engineering selama 73 hari kalender, untuk tahap procurement selama 37 hari kalender, dan pada tahap construction selama 418 hari kalender. Jika dilihat pada kalkulasi perhitungan penjadwalan dengan Micosoft Project 2007, durasi yang didapatkan dengan Manajemen Konvensional adalah 735 hari kalender, sedangkan dengan Manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC) adalah 528 hari kalender. Sedangkan jika ditinjau dari Total Anggaran Biaya (RAB) untuk pekerjaan struktur dengan manajemen Konvensional sebesar Rp. 20.802.289.015,68, dan pada manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC) sebesar Rp. 20.696.132.086,83. Dengan demikian proyek konstruksi yang menggunakan Manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dapat mempunyai efisiensi terhadap biaya, yaitu sebesar Rp. 106.156.928,90. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa sistem manajemen yang paling efektif dan efisien yang dapat diaplikasikan pada proyek konstruksi adalah sistem manajemen Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Kata Kunci : Manajemen Konvensional, Manajemen EPC, penjadwalan proyek, RAB, proyek konstruksi
URI: http://hdl.handle.net/123456789/1338
Appears in Collections:E-Journal Teknik Sipil dan Perencanaan

Files in This Item:

File Description SizeFormat
10308070.pdf240.72 kBAdobe PDFView/Open

Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

 

Valid XHTML 1.0! Repository Software Copyright © 2002-2010  Duraspace - Feedback