|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1595
|
| Title: | Motivasi Belajar Remaja Akhir yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga dengan Sosial Ekonomi Rendah |
| Authors: | Muliasari, Sylvana |
| Keywords: | Motivasi Belajar Sosial Ekonomi Rendah |
| Issue Date: | 7-May-2012 |
| Abstract: | Seperti yang kita ketahui keadaan remaja akhir dengan status sosial ekonomi rendah, kebutuhan pokoknya kurang terpenuhi sehingga tidak jarang kita melihat remaja menjadi sumber pencari nafkah bagi orang tuanya. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai sebab, antara lain: orang tua meninggal dunia (ayah, ibu, atau keduanya), orang tua bercerai. Meskipun demikian sebagian remaja yang berasal dari status sosial ekonomi rendah pun tetap memiliki motivasi belajar yang tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran motivasi belajar remaja akhir yang menjadi tulang punggung keluarga dengan sosial ekonomi rendah, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan motivasi belajar subjek dan bagaimana cara mengembangkan motivasi belajar subjek. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan bentuk studi kasus yang bermaksud mendeskripsikan hasil penelitian dan berusaha menemukan gambaran menyeluruh mengenai suatu keadaan.. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang laki-laki berusia 21 tahun yang menjadi tulang punggung keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah metode wawancara tipe wawancara bebas-terpimpin dan observasi nonpartisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi. Faktor intrinsik yang menyebabkan motivasi belajar berasal dari hasrat dan keinginan subjek untuk berhasil, dorongan kebutuhan belajar pada subjek, harapan akan cita-cita subjek ingin menjadi orang yang sukses. Faktor ekstrinsik juga menyebabkan timbulnya motivasi belajar subjek faktor ekstrinsik ini meliputi adanya penghargaan yang diberikan oleh orang disekitar, lingkungan belajar subjek dapat mempengaruhi motivasi belajar subjek, dan kegiatan belajar yang menarik dapat menimbulkan motivasi belajar subjek. Subjek mengembangkan motivasi belajarnya dengan mengindarkan sugesti yang negatif (kurang menunjang dan menggairahkan), subjek menciptakan sendiri situasi kompetisi yang sehat, baik antar individu dalam kelompok, subjek menginformasikan hasil kegiatan dan berdiskusi dengan dosen, dan hasil diskusi subjek dengan dosennya dapat memberi subjek pengetahuan yang banyak dan membuat subjek lebih pintar karena subjek selalu mencoba mempraktekkan hasil dari diskusi tersebut dan hal itu membuat subjek merasa puas. Dalam hal tertentu subjek mendapatkan ganjaran dan hadiah berupa pujian yang diberikan oleh dosen membuat subjek bangga dan menjadi motivasi, meningkatkan motivasi belajarnya adalah dengan melihat makin jelas dan dekat pada tujuan atau sasarannya agar mennjadi orang sukses dan agar tujuan tersebut dapat tercapai adalah dengan melanjutkan kuliahnya, berdoa, belajar, semangat, berusaha, dan berjuang. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1595 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|