|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1816
|
| Title: | Dampak Kecanduan Bermain Video Game Pada Remaja |
| Authors: | Kurniasari Utami, Fatimah |
| Keywords: | Video Game Remaja |
| Issue Date: | 8-May-2012 |
| Abstract: | Pada mulanya hanya dikenal permainan rakyat yang menggunakan alat-alat
sederhana, seperti karet, ataupun bambu. Tetapi sekarang jenis permainan telah
berkembang, dengan menggunakan alat-alat yang berbasis teknologi modern. Seperti
game boy, play station dan komputer. Bahkan alat komunikasi seperti hand phone pun
dapat menjadi media bermain. Permainan moderen ini disebut dengan nama video
game, karena menggabungkan antara penggunan layar televisi dengan console, yaitu
suatu alat atau media penterjemah dari compact disc (cd).
Video game sudah sangat dominan dimainkan oleh banyak orang di seluruh
dunia. Dari berbagai tingkatan usia, dari anak-anak sampai dewasa. Persyaratan untuk
mengenal permainan video game terbilang mudah. Jika seseorang tidak memiliki
perangat lengkapnya, ia masih bisa memainkannya di sejumlah tempat atau lahan
penyewaan video game yang banyak bertebaran dimana-mana. Dari mulai lingkungan
mal besar, pertokoan hingga kios kecil yang sederhana.
Sayangnya yang paling banyak menjadi penggemar video game adalah remaja.
Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam serta uang jajan mereka hanya untuk
bermain video game. Secara tidak langsung, kebiasaan mereka itu akan menyita waktu
belajar mereka. Mereka menjadi malas belajar dan dapat diperkirakan prestasi belajar
mereka pun akan menurun. Juwairiah (dalam, Yuwono 2006) mengatakan game yang
banyak digandrungi remaja ini cenderung berdampak negatif, siswa menjadi malas
untuk belajar, sehingga prestasi mereka di sekolah terus menurun.
Sifat permainan adalah sebagai alat penghibur, tetapi jika terlalu serius dan
terlalu lama memainkan permainan tersebut maka akan berdampak negatif bagi
pemainnya. Terlebih lagi pada remaja, hal tersebut dapat mengganggu prestasi
akademiknya. Kehadiran video game memang dapat meningkatkan reaksi persepsi
audio visual pemainnya, karena mereka harus berkonsentrasi, mendengar dan melihat
gerak permainan itu. Serta orang juga jadi terbiasa memecahkan masalah dengan
memakai analisanya. Namun disisi lain video game juga dapat membuat
ketergantungan, manakala penggemarnya terkena video game addict (kecanduan
video game) penggemarnya rela menghabiskan waktunya, kurang produktif dan
pemain juga menjadi kurang bersosialisasi (Lucia dalam www.kompas.com, 2004). |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1816 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|