Header Repository Gunadarma

Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >

Please use this identifier to cite or link to this item: http://hdl.handle.net/123456789/1831

Title: Kecemasan Ibu Menghadapi Anak Sulung Pada usia Remaja
Authors: Ratnasari Susan, Dessie
Keywords: Ibu
Anak Sulung
Issue Date: 8-May-2012
Abstract: Penelitian bertujuan untuk mengetahui tentang kecemasan ibu menghadapi anak sulung pada usia remaja dan sebab-sebab terjadinya kecemasan ibu menghadapi anak sulung pada usia remaja. Pertanyaan penelitian bagaimana gambaran kecemasan yang dialami ibu dalam menghadapi anak sulung pada usia remaja dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kecemasan ibu dalam menghadapi anak sulung pada usia remaja. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan triangulasi teori dan sumber yang dianalisis dalam beberapa kasus dikaitkan dengan teoriteori yang telah ada. Tehnik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pedoman umum dan observasi yang dilakukan peneliti terhadap tiga orang subjek untuk membandingkan gambaran dan faktor-faktor kecemasan orangtua dalam menghadapi anak sulung dengan usia remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan yang dialami oleh ibu dapat dilihat dari empat gejala kecemasan yaitu manifestasi kognitif yaitu subjek mengalami kecemasan sehingga mengakibatkan sulit berkonsentrasi, gelisah dan sulit tidur. Kecemasan yang dimanifestasikan kedalam perilaku motorik sehingga menyebabkan subjek melakukan gerakan-gerakan tidak beraturan dan tidak berarah tanpa disadarinya. Selanjutnya manifestasi secara somatik yaitu kecemasan dalam bentuk reaksi fisik dan biologis sehingga menyebabkan subjek berada pada situasi yang menimbulkan kegelisahan. Terakhir merupakan kecemasan secara afeksi yaitu kecemasan pada perasaan individu sehingga menimbulkan kekhawatiran, ketakutan, , kesedihan, dll. Faktor-faktor yang menyebabkan ibu mengalami kecemasan terhadap anak sulung pada usia remaja selain gejala-gejala kecemasan Kata Kunci : Kecemasan, Anak sulung, dan remaja BAB I Menjadi orangtua nampaknya bukan masalah sederhana. Dalam penelitian ini mengapa peneliti mengambil remaja karena masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju kekedewasaan dimana emosi mereka masih sangat labil dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar tentang berbagai hal. Hal ini terlihat dari aneka masalah yang timbul pada anak remaja. Dalam penelitian ini mengapa peneliti mengambil judul tentang ibu dan remaja karena ibu yang paling sering berada dirumah untuk mengawasi setiap tingkah laku anaknya terutama yang masih remaja, sedangkan mengapa remaja karena remaja adalah masa transisi dari kanak-kanak menuju dewasa dimana emosinya masih labil sehingga sering melakukan eksperimen yang tidak memikirkan dampak dimasa yang akan datang bagi kelangsungan perkembangan moralnya. Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut di atas, disatu sisi orangtua terutama ibu menghendaki yang terbaik bagi anak sulungnya dan disisi lain remaja berusaha ingin mengekspresikan perilakunya untuk hidup bebas, perbedaan ini akan menimbulkan konflik bagi orangtua dan anaknya. Akibatnya akan timbul kecemasan dan kekhawatiran pada orang tua terutama ibu yang berkaitan dengan rasa ingin 2 tahunya yang besar tentang berbagai hal, karena belum pernah memiliki pengalaman dalam mengasuh anak maka seorang ibu akan merasakan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dengan perkembangan anak sulungnya. Hal ini karena ibu sangat mengharapkan anaknya dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan normanorma yang berlaku di masyarakat. Menurut Kaplan, Sadock, dan Grebb (1994) kecemasan adalah respon terhadap situasi tertentu yang mengancam dan merupakan hal yang normal terjadi menyertai perkembangan, perubahan baru atau yang belum pernah dilakukan. Anak sulung merupakan anak yang istimewa dimata orangtuanya. Sementara itu anak sulung diharapkan kehadirannya, begitu mereka beranjak remaja maka kecemasan orangtua pun akan muncul secara berlebihan pada saat perilaku anaknya menunjukkan perubahan dimana anak sudah tidak mau lagi mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya tetapi lebih suka mendengarkan apa yang dikatakan orang lain (Spock, 1991). Memperhatikan fase-fase perkembangan remaja tersebut di atas terutama dengan adanya perubahan perilaku, seringkali menimbulkan kecemasan bagi orang tua terutama anak sulung. Hal ini karena tidak ada satu orang tua pun yang menghendaki anak remajanya terjerumus dalam kenakalan remaja (Dariyo, 2004). Menurut Kaplan, Sadock, dan Grebb (1994) ada beberapa gejala kecemasan yaitu kegelisahan, sulit berkonsentrasi, ketegangan otot, dan gangguan tidur. Kecemasan orangtua terutama ibu akan semakin memuncak manakala anak remajanya sudah tidak mau lagi menuruti orangtuanya dan mengabaikan aturan-aturan yang berlaku dikeluarganya, misalnya : sering membangkang, pulang tidak tepat waktu, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan kekhawatiran yang sangat, karena orangtua takut anaknya terjerumus kedalam perbuatan yang negatif (Dariyo, 2004). Kecemasan ibu akan mempengaruhi perilaku baik ibu itu sendiri maupun remaja tersebut, karena ibu lebih sering berada di rumah sehingga tahu setiap perkembangan dan pergaulan anak-anaknya terutama anak sulung. Pengaruh bagi ibu, maka ibu akan memberlakukan aturan-aturan ketat yang sifatnya mengekang agar remaja tidak terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Sementara pengaruh bagi anak, anak akan memberontak, nakal, atau melarikan diri dari kenyataan. Remaja mungkin tidak menyukai beberapa nilai-nilai orangtua atau mereka mungkin melihat dengan tepat bahwa beberapa nilai yang dianut orangtua memberikan hasil. Jika orang tua khawatir dan cemas bahwa para remaja mungkin tidak akan menerima nilai-nilai mereka, maka orangtua akan selalu beralih pada dalih bahwa kekuasaan dapat dibenarkan untuk menanamkan nilai-nilai mereka pada anak-anak (Santrock, 1998). Kecemasan akan timbul jika individu menghadapi situasi yang menakutkan. Kecemasan sampai batas tertentu merupakan hal yang normal bagi setiap orang. Mungkin orangtua merasa khawatir akan sesuatu atau anaknya sendiri karena ia pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan pada kejadian serupa dimasa lampau ataupun kejadian yang dialami orang lain (Gunarsa dkk, 1996).
URI: http://hdl.handle.net/123456789/1831
Appears in Collections:E-Journal Psikologi

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Artikel_10502055.pdf93.82 kBAdobe PDFView/Open

Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

 

Valid XHTML 1.0! Repository Software Copyright © 2002-2010  Duraspace - Feedback