|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1844
|
| Title: | PERBEDAAN ADVERSITY QUOTIENT DITINJAU DARI PROBLEM-FOCUSED DAN EMOTIONFOCUSED COPING PADA ORANG TUA TUNGGAL WANITA |
| Authors: | Pranandari, Kenes |
| Keywords: | Adversity Quotient coping stres (problem-focused coping |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan Adversity Quotient
ditinjau dari problem-focused coping dan
emotion-focused coping pada orang tua
tunggal wanita.
Fenomena orang tua tunggal bukan
hanya terjadi di Indonesia sebagai negara
berkembang, tetapi juga terjadi di berbagai
negara maju. Bahkan di banyak negara
maju dan industri, single parent merupakan
gejala yang biasa. Karena kematian
pasangan atau perceraian itu, individu
menjadi satu-satunya orang yang
bertanggung jawab terhadap kehidupan
keluarga. Oleh karena itu ia harus
menjalankan semua tugas yang dulu ia
lakukan bersama pasangannya, seperti
mengurus rumah dan memenuhi seluruh
kebutuhan keluarga. Keadaan seperti ini
menyebabkan orang tua tunggal dikenai
banyak tuntutan (stresor) dalam kehidupan
sehari-hari. Beban ini menjadi lebih berat
bagi orang tua tunggal wanita karena di
Indonesia sendiri, umumnya orang
menganggap negatif status wanita sebagai
orang tua tunggal. Selain itu, wanita lebih
tergantung secara finansial terhadap
suaminya, sehingga setelah perceraian atau
kematian suami, orang tua tunggal wanita
memiliki beban yang berlebih. Untuk itu,
diperlukan strategi untuk mengatasi situasi
sulit tersebut, disamping itu, diperlukan juga
ketangguhan tersendiri bagi orang tua
tunggal wanita agar dapat melalui kesulitan
tersebut.
Variabel bebas dalam penelitian ini
adalah coping stres (problem-focused
coping dan emotion-focused coping),
sedangkan variabel terikat dalam penelitian
ini adalah Adversity Quotient. Penelitian ini
melibatkan 67 orang tua tunggal wanita.
Mereka diminta untuk mengisi angket skala
Adversity Quotient dan angket skala coping
stres. Skala Adversity Quotient disusun
berdasarkan tiga dimensi Adversity Quotient
dari Stoltz (1997). Pada skala ini diperoleh
hasil bahwa dari 80 item yang diujicobakan,
terdapat 52 item yang valid. Dari 52 item ini,
hanya 36 item yang digunakan untuk
mengambil data karena 16 item lainnya
merupakan item positif, tidak termasuk item
yang diskor. Adapun uji reliabilitas
menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar
0,955. Skala coping stres disusun
berdasarkan ciri-ciri problem-focused coping
dan emotion-focused coping dari Lazarus
dan Folkman (dalam Auerbach & Gramling,
1998). Pada skala ini diperoleh hasil bahwa
dari 66 item yang diujicobakan, terdapat 41
item yang valid. Adapun uji reliabilitas
menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar
0,9054.
Berdasarkan hasil analisis yang
dilakukan dengan menggunakan uji U
Mann-Whitney diketahui bahwa nilai Z = -
3,349 dan pada kolom Asymp. Sig. (2-tailed)
adalah 0,001 atau probabilitas di bawah
0,05 (0,001 < 0.05). Berdasarkan nilai
tersebut, maka hipotesis penelitian diterima.
Hasil tersebut menunjukkan adanya
perbedaan tingkat Adversity Quotient yang
signifikan antara orang tua tunggal wanita
dengan strategi problem-focused coping dan
orang tua tunggal wanita dengan strategi
emotion-focused coping.
Kata kunci: Adversity Quotient, coping
stres (problem-focused coping dan
emotion-focused coping). |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1844 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|