|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1846
|
| Title: | AGRESI ANAK YANG TINGGAL DALAM KELUARGA DENGAN KEKERASAN RUMAH TANGGA |
| Authors: | Hartini, Lili |
| Keywords: | agresi kekerasan dalam rumah tangga |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Kekerasan dalam rumah
tangga secara umum mengandung
pengertian bahwa sebagai suatu
tindakan yang dimiliki seseorang untk
melukai atau merusak benda milik
korbannya. Dalam hal ini termasuk
didalamnya segala bentuk ancaman,
penggunaan kata-kata kasar, ataupun
segala sesuatu yang mengakibatkan
penderitaan bagi korbannya (dalam
Su adah, 2005). Adapun bentukbentuk
kekerasan dalam rumah
tangga yang biasa terjadi seperti
kekerasan fisik yang berakibat
langsung, kekerasan emosional atau
psikologis yang termasuk didalamnya
penggunaan kata-kata kasar,
kekerasan seksual biasanya terjadi
dalam hubungan suami istri,
kekerasan ekonomi misalnya
menghambur-hamburkan penghasilan
istri, ataupun kekerasan sosial yang
membatasi pergaulan istri. Dalam hal
ini kekerasan yang terjadi biasa
dilakukan oleh seorang suami kepada
istri atau anaknya.
Kekerasan dalam rumah
tangga tersebut akan memiliki dampak
diantaranya dampak fisik seperti
perbuatan yang mengakibatkan rasa
sakit, dampak secara psikologis
seperti perbuatan yang
mengakibatkan ketakutan, hilangnya
percaya diri dan atau penderitaan
psikis berat pada seseorang. Dari
beberapa dampak tersebut, maka
kemungkinan akan muncul perilaku
agresi pada anak, dimana perilaku
tersebut didapat dari hasil
pengamatan dan pengalaman
kejadian yang dialami anak sehingga
anak akan berperilaku sama seperti
orang tuanya.
Agresi menurut Moore & Fine
(dalam, Koeswara 1988) adalah
tingkah laku kekerasan secara fisik
ataupun secara verbal terhadap
individu lain atau terhadap objekobjek.
Agresi secara fisik meliputi
kekerasan yang dilakukan secara fisik,
seperti memukul, menampar,
menendang dan lain sebagainya.
Selain itu agresi secara verbal adalah
penggunaan kata-kata kasar seperti
bego, tolol.
Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan gambaran mengenai
kekerasan dalam rumah tangga dalam
keluarga subjek, dan untuk
mengetahui gambaran perilaku agresi
pada anak yang tinggal dalam
keluarga dengan kekerasan rumah
tangga, selain itu untuk mengetahui
penyebab perilaku agresi anak
tersebut demikian.
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode
pendekatan studi kasus dengan
subjek penelitian seorang anak
perempuan yang berperilaku agresi,
dimana anak tersebut tinggal dalam
keluarga dengan kekerasan rumah
tangga.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa subjek dan significant other
sama-sama mengalami kekerasan
dalam rumah tangga antara lain
kekerasan fisik dan kekerasan
emosional. Subjek setiap hari selalu
2
melihat kedua orang tuanya
bertengkar seperti ketika ayahnya
sedang memukul dan menampar
ibunya, selain itu subjek juga sering
mendengar bahwa ayahnya
memanggil ibunya dengan kata-kata
kasar seperti bego atau tolol.
Kekerasan yang dialami subjek tidak
beda jauh dengan ibunya, dimana ia
sering dipukul dengan menggunakan
tangan, dilempari sapu, sendal atau
kaleng, subjek juga sering mendengar
ayahnya memanggil ia dengan katakata
bego dan tolol saat ia tidak bisa
mengerjakan PRnya. Dalam hal ini
subjek setiap hari mengalami serta
mengamati kekerasan yang dilakukan
oleh ayahnya kepada ia dan ibunya,
maka hal ini akan berdampak
terhadap perilaku subjek karena anak
yang tinggal dalam keluarga dengan
kekerasan dalam rumah tangga
cenderung memiliki perilaku agresi
yang tinggi. Agresi yang dilakukan
oleh subjek berupa agresi verbal dan
non verbal. Agresi verbal seperti
penggunaan kata-kata kasar yaitu
bego, tolol, tai kucing. Agresi non
verbal seperti memukul. Faktor yang
menyebabkan terjadinya perilaku
agresi antara lain proses belajar,
imitasi, penguatan. Proses belajar
yang didapatkan oleh subjek tidak lain
karena seringnya ia melihat serta
mengalami kekerasan, sehingga
subjek mulai coba-coba melakukan
agresi. Perilaku agresi yang dilakukan
subjek tersebut, tidak lain meniru
seperti perlakuan ayahnya terhadap
subjek dan ibunya, ternyata perilaku
agresi bagi subjek membawa dampak
yang menyenangkan bagi dirinya,
dimana setiap subjek melakukan
agresi verbal maka teman dan adiknya
akan patuh atau tunduk kepada
dirinya.
Kata kunci : agresi, kekerasan dalam
rumah tangga. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1846 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|