|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1851
|
| Title: | Konsep Diri Remaja Yang Melakukan Aborsi |
| Authors: | Malanda, Nia |
| Keywords: | Konsep diri remaja aborsi |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Pada masa remaja, remaja mulai
memperhatikan penampilan tubuhnya.
Perubahan fisik yang terjadi begitu cepat
pada masa remaja mempunyai dampak yang
besar terhadap konsep dirinya, oleh karena
itu remaja harus mengubah dan menyusun
kembali konsep dirinya agar dapat
mengimbangi perubahan-perubahan pada
fisiknya. Terlebih lagi remaja yang hamil
akan mendapatkan perubahan pada bentuk
tubuhnya yang akan berpengaruh dengan
konsep dirinya. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menjelaskan hal-hal yang
menyebabkan remaja melakukan aborsi,
konsep diri remaja yang melakukan aborsi,
faktor yang menyebabkan konsep diri subjek
dan faktor yang mempengaruhi konsep diri.
Dalam penelitian ini, pendekatan
yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan pendekatan penelitian studi kasus,
yang dilakukan untuk memberikan
gambaran mendalam mengenai suatu kasus
yang mempunyai karakteristik tertentu.
Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu
orang subjek berusia 21 tahun. Penelitian
ini menggunakan metode wawancara yakni
wawancara dengan menggunakan pedoman
umum, selain itu juga menggunakan
observasi, yakni observasi partisipan,
observasi non partisipan dan observasi
sistematik.
Hasil penelitian ini adalah bahwa
penyebab aborsi yang dilakukan oleh subjek
karena kehamilan subjek diluar nikah,
subjek merasa malu dengan kehamilan
tersebut, selain itu subjek tidak ingin
membuat keluarga merasa malu dengan
keadaan subjek. Selain itu subjek cenderung
memiliki konsep diri positif, dalam hal ini
terlihat subjek dapat menyelesaikan
masalahnya dengan baik terlihat memiliki
persaamaan dengan SO dalam hal fisik,
bersikap wajar ketika menerima pujian dari
orang lain, tidak merasa malu mendapatkan
pujian dan merasa senang ketika mendapat
pujian. Subjek meminta maaf jika berbuat
salah dan memperbaiki kesalahan yang
telah dilakukan. Selain itu subjek tidak
memberikan respon yang berlebihan dan
bersikap biasa saja pada saat dikritik,
mendapatkan perhatian dari keuarga dan
teman, tidak terlihat bahwa subjek memiliki
musuh, dan tidak terlihat subjek dijauhi oleh
orang lain. Faktor yang menyebabkan
konsep diri subjek adalah faktor eksternal
yang mencakup komponen fisik, dalam hal
ini subjek merasa fisiknya telah diciptakan
cukup sempurna dan tidak terjadi
perubahan bentuk fisik pada saat subjek
hamil dan setelah melakukan aborsi.
Komponen moral etis, dalam hal ini
pertanggungjawaban moral subjek terhadap
lingkungan lebih dominan karena subjek
tidak ingin membuat dirinya dan keluarga
malu karena kehamilan subjek di luar nikah,
sedangkan pertanggungjawaban subjek
cenderung kurang dalam konteks agamanya,
dikarenakan subjek adalah seorang muallaf.
Komponen diri keluarga, subjek diterima
dengan baik dalam keluarga karena
keluarga subjek tidak mengetahui tentang
keadaan subjek yang sebenarnya dan subjek
merasa bahwa lebih baik keluargnya tidak
mengetahui semua yang subjek alami.
Komponen diri sosial, dalam hal ini subjek
merasa nyaman dengan teman-temannya,
subjek dapat diterima dengan baik dalam
pergaulan dan tidak memiliki kesulitan
dalam bersosialisasi, hanya saja subjek suka
merasa risih dengan lingkungan sekitar
karena menurut SO subjek menginginkan
tempat yang tenang sehingga subjek sering
berpindah tempat kost walaupun lingkungan
tersebut tidak mengetahui tentang keadaan
subjek. Sedangkan konsep diri subjek
dipengaruhi oleh faktor usia kematangan,
penampilan diri, kepatutan seks, hubungan
keluarga, teman-teman sebaya, kreativitas
dan cita-cita.
Kata kunci : Konsep diri, remaja, aborsi |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1851 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|