|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1859
|
| Title: | Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi dengan Kemandirian pada Remaja Tunarungu |
| Authors: | Syatriani, Revi |
| Keywords: | Kemampuan komunikasi Kemandirian |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Manusia dalam menjalani hidupnya memerlukan interaksi dengan orang lain. Untuk
berinteraksi diperlukan adanya suatu komunikasi yang baik. Salah satu cara yang digunakan
manusia untuk berkomunikasi adalah dengan menggunakan lisan. Hal ini tidak dapat dilakukan
oleh beberapa orang yang mengalami keterbatasan fisik. Salah satu contoh keterbatasan fisik
yang menghalangi individu berkomunikasi secara lisan dengan baik adalah gangguan
pendengaran. Orang yang mengalami gangguan pendengaran biasa disebut dengan tunarungu,
yaitu mereka yang kehilangan pendengaran baik sebagian (hard of hearing) maupun seluruhnya
(deaf) yang menyebabkan pendengarannya tidak memiliki nilai fungsional di dalam kehidupan
sehari-hari. Remaja tunarungu adalah remaja yang mengalami kekurangan atau kehilangan
kemampuan mendengar yang disebabkan oleh kerusakan atau tidak berfungsinya sebagian atau
seluruh alat pendengaran sehingga ia mengalami hambatan dalam perkembangan bahasanya.
Seiring dengan berlalunya waktu dan perkembangan selanjutnya, seorang remaja
perlahan-lahan akan melepaskan diri dari ketergantungan pada orangtua atau orang lain
disekitarnya dan belajar untuk mandiri. Untuk mengekspresikan kemandirian, maka seseorang
memerlukan adanya suatu komunikasi sebagai bentuk sarana untuk mencapai hal tersebut.
Ketidakmampuan para tunarungu untuk berkomunikasi menjadi kesulitan untuk menyampaikan
pikiran, perasaan, gagasan, kebutuhan dan kehendaknya pada orang lain menyebabkan
kebutuhan mereka tidak terpuaskan secara sempurna. Walaupun dengan keterbatasan yang ada
apakah seorang tunarungu dapat mandiri? Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui hubungan
antara kemampuan komunikasi dengan kemandirian pada remaja tunarungu.
Variabel bebas dalam penelitian adalah kemampuan komunikasi dan variabel terikatnya
adalah kemandirian. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 35 remaja tunarungu yang
bersekolah di SMPLB bagian B. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala
Kemandirian untuk mengukur kemandirian, sedangkan untuk mengukur Kemampuan Komunikasi
menggunakan nilai mata pelajaran bahasa. Setelah itu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
Dalam Skala Kemandrian, reliabilitasnya sebesar 0.807 dari 29 item yang diujicobakan, terdapat
18 item yang valid.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh koefisien korelasi sebesar 0.165 dengan taraf
signifikansi sebesar 0.344 (p>0.05) menggunakan uji parametrik. Dari hasil tersebut dapat dilihat
bahwa tidak ada hubungan antara kemampuan komunikasi dengan kemandirian. Hal tersebut
kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor yang turut mempengaruhi kemandirian pada
remaja lebih berpengaruh terhadap kemandirian dibandingkan dengan kemampuan komunikasi.
Faktor faktor yang mempengaruhi kemandirian seperti latar belakang sosial budaya subjek
yang terbiasa hidup jauh dari keluarga, pola asuh demokratis yang diterapkan oleh orangtua,
latar belakang ekonomi yang memiliki kemampuan materi lebih, dan dengan orangtua subjek
tinggal.
Kata Kunci : Kemampuan komunikasi, Kemandirian |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1859 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|