|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1866
|
| Title: | Perbedaan Penyesuaian Diri Pada Gay Ditinjau Dari Kecedasan Emosional |
| Authors: | Swandhani L, Windhi |
| Keywords: | Gay Kecedasan Emosional |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Penyesuaian diri pada kaum gay tentu
bukanlah hal yang mudah terutama di
negara-negara yang sedang berkembang
termasuk Indonesia karena kaum gay
harus dapat menghadapi tekanantekanan
dari dalam dirinya sendiri
maupun tekanan dari lingkungan seperti
terhadap pandangan atau stereotipe
masyarakat, norma-norma yang berlaku,
penolakan dari pihak keluarga, teman,
lingkungan serta pandangan dari sisi
agama. Namun penyesuaian diri
merupakan faktor yang penting dalam
proses penerimaan jati diri ( coming
out ) yang harus dimiliki kaum gay agar
dapat menjalani kehidupan dan mental
yang sehat. Untuk dapat melakukan
penyesuaian diri yang baik maka
sangatlah dibutuhkan kemampuan untuk
mengelola emosi dan kemampuan untuk
berinteraksi dengan lingkungan. Faktor
tersebut sangat terkait dengan
karakteristik kecerdasan emosional,
karena seseorang yang memiliki
kecerdasan emosional yang tinggi
mampu memahami diri sendiri, mampu
mengelola emosi dengan baik, mampu
menghormati perasaan orang lain, dan
memiliki keterampilan yang baik untuk
berhubungan dengan orang lain.
Sebaliknya apabila seseorang memiliki
kecerdasan emosi yang rendah tidak
peka akan perasaan diri yang
sesungguhnya, terus menerus bertarung
melawan perasaan murung atau
melarikan diri pada hal-hal negatif yang
merugikan dirinya sendiri, tidak akan
mampu menghormati perasaan orang
lain, dan seringkali dianggap angkuh,
mengganggu atau tidak berperasaan.
Oleh karena itu dengan adanya tekanan
dari dalam diri maupun lingkungan dan
segala permasalahan yang dialami kaum
gay peneliti merasa tertarik untuk
menguji apakah ada perbedaan
penyesuaian diri pada gay yang
memiliki kecerdasan emosional yang
tinggi dengan yang memiliki kecerdasan
emosional yang rendah.
Pada penelitian ini, penulis
menggunakan teknik penarikan sampel
incidental sampling yaitu teknik
penarikan sampel kebetulan. Teknik
penarikan sampel ini dipilih karena
populasi subyek tidak diketahui
jumlahnya dan subyek memiliki
karakteristik yang sulit untuk ditemui.
Subjek dalam penelitian ini adalah pria
yang memiliki orientasi seksual sebagai
homoseksual atau yang sering disebut
gay yang berada di wilayah Kota Depok
dan berusia antara 20 sampai dengan 30
tahun (penyesuaian diri sudah tampak
baik) dengan jumlah 38 orang gay. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1866 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|