|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1868
|
| Title: | HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENDERITA PENYAKIT LUPUS |
| Authors: | Nurmalasari, Yanni |
| Keywords: | Dukungan Sosial Harga Diri Penyakit Lupus |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial dengan harga diri pada
remaja penderita penyakit lupus.
Lupus memang bukan penyakit yang popular, masyarakat awam dan para dokter ahli kerap
terkecoh dengan munculnya penyakit ini. Penyakit ini datang tidak memandang jenis kelamin dan usia.
Namun penyakit ini lebih banyak menyerang pada wanita usia produktif (14-44 tahun). Penyakit ini
membawa perubahan yang besar bagi para odapus, baik itu perubahan fisik maupun psikis.
Perubahan dari segi fisik yang terjadi antara lain berubahnya kemampuan fisik dan penampilan
fisik. Berubahnya kemampuan fisik misalnya seperti daya tahan tubuh yang cepat sekali melemah, dan
peka terhadap sinar matahari. Sedangkan pada penampilan fisik terjadi perubahan pada wajah dengan
ruam-ruam kemerahan, koreng, tubuh menjadi kurus dan kerontokkan rambut. Dampak perubahan fisik
ini, adalah odapus dijauhi atau dikucilkan oleh lingkungan. Perubahan psikis antara lain berkaitan dengan
harga diri, rasa percaya diri, dan emosi.
Variabel prediktor dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, sedangkan variabel kriteriumnya
adalah harga diri. Penelitian ini melibatkan 41 orang odapus remaja wanita yang berusia antara 18
sampai 22 tahun, yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Untuk skala dukungan sosial disusun
berdasarkan komponen-komponen dukungan sosial dari Cutrona (1994). Pada skala dukungan sosial
diperoleh hasil bahwa dari 80 item yang diujicobakan terdapat 71 item yang dinyatakan valid. Adapun
hasil uji reliabilitas menghasilkan koefisien reliabiltas sebesar 0,968. Untuk skala harga diri disusun
berdasarkan dimensi harga diri oleh Branden (1999). Pada skala harga diri diperoleh hasil bahwa dari 51
item yang diujicobakan terdapat 49 item yang dinyatakan valid. Adapun hasil uji reliabilitas menunjukkan
koefisien reliabilitas sebesar 0,978.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji Non Parametrik dengan
teknik Spearman s Rho (1-Tailed), diketahui bahwa hasil koefisien korelasi sebesar 0,738 dengan taraf
signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,01). Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa hipotesis dalam
penelitian ini diterima. Hal ini berarti semakin tingginya dukungan sosial maka semakin tinggi pula harga
diri terhadap remaja penderita penyakit lupus, demikian sebaliknya.
Kata Kunci : Dukungan Sosial, Harga Diri, Penyakit Lupus |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1868 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|