|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1875
|
| Title: | Yang Bekerja Dan Tidak Bekerja |
| Authors: | DWI LESTARI, DANIS |
| Keywords: | kesepian lansia pria dan wanita bekerja dan tidak bekerja |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Pria dan wanita yang berusia enam puluh tahun ke atas atau yang biasanya
disebut dengan lansia, adalah orang-orang beresiko untuk merasakan kesepian.
Berbagai alasan yang dikemukakan oleh mereka tentang kesepian yang mereka alami
adalah karena baru saja ditinggal mati oleh suami atau istrinya atau bahkan sudah
bertahun-tahun lamanya, anak-anak mereka yang sudah menikah dan hidup terpisah
dengan mereka untuk membangun kehidupan yang baru, lansia yang memang tidak
memiliki keturunan dan sanak saudara yang dekat dengan tempat tinggal lansia itu
sendiri, dan lain-lain. Banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia yang
dikenal dengan istilah menua. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi struktur
baik fisik maupun mentalnya dan keberfungsiannya juga. Perubahan-perubahan yang
terjadi pada lansia seperti rambut yang menjadi putih dan jarang, kulit yang makin kering
dan berkeriput, serta gigi yang sudah tanggal. Selain itu terlihat bahwa kekuatan serta
energi mereka dalam melakukan berbagai pekerjaan mengalami penurunan. Persentase
lansia yang bekerja jauh melebihi persentase kelompoknya yang menjalani pensiun
penuh. Sementara itu persentase wanita lansia yang bekerja lebih rendah daripada
persentase kelompoknya yang menjalani pensiun penuh. Selain itu, hanya sedikit lansia
yang berpendidikan tinggi yang masih bekerja.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kesepian yaitu merupakan suatu
pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan sebagai akibat dari tidak adanya orang
lain yang tepat yang dapat membantu seseorang memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam
interaksi sosial.
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran
kesepian lansia pria dan wanita yang bekerja dan tidak bekerja, serta faktor-faktor yang
mempengaruhi kesepian lansia pria dan wanita yang bekerja dan tidak bekerja.
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif karena metode
kualitatif sesuai digunakan pada masalah-masalah yang bertujuan untuk mengeksplorasi
kehidupan seseorang atau tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari, dengan
menggunakan metode kulitatif juga diperoleh pemahaman yang mendalam tentang
berbagai gejala-gejala sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode wawancara dan observasi
dengan subjek dan significant other. Untuk membantu proses pengumpulan data, maka
peneliti dilengkapi dengan pedoman wawancara dan alat perekam (tape recorder).
Dalam penelitian ditentukan sejumlah karakteristik bagi subjek penelitian yaitu lansia
berjenis kelamin pria dan wanita, berusia minimal 60 tahun dan masih bekerja maupun
tidak bekerja/sudah pensiun. Jumlah subjek yang direncanakan dalam penelitian ini
adalah 2 orang lansia pria dan 2 orang lansia wanita yang bekerja dan tidak bekerja.
Setelah dilakukannya penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pada kasus
subjek 1, subjek 2, subjek 3, dan subjek 4, gambaran kesepian lansia pria dan wanita
yang bekerja dan tidak bekerja dapat dilihat dari perasaan subjek saat ditinggal pergi
pasangan. Pada subjek 1, dirinya merasa sangat khawatir jika istrinya pergi ke luar kota
selama beberapa hari. Subjek 1 merasakan perasaan kesepian ketika ditinggal istrinya
selama beberapa hari ke luar kota. Pada subjek 2, dirinya merasa sangat sedih sekali
karena sudah ditinggal mati oleh suaminya. Subjek merasakan perasaan kesepian ketika
ditinggal cucu-cucunya pergi ke luar rumah. Subjek merasakan perasaan kesepian itu
paling lama 1 hari. Pada subjek 3, dirinya tidak merasa was-was saat istrinya pergi ke
luar kota selama beberapa hari. Karena subjek yakin, istrinya sudah istiqomah, sudah
punya dasar agama yang kuat. Subjek merasa ikhlas sehingga tidak ada ketimpangan
dalam keluarga. Subjek merasakan perasaan kesepian pada saat-saat libur seperti hari
Minggu, tidak ada anak dan cucu-cucunya yang main ke rumahnya, dan paling lama
sekitar satu hari. Sedangkan pada saat hari-hari biasa subjek tidak merasakan perasaan
kesepian karena kegiatan dan pekerjaannya di Yayasan tempatnya bekerja. Pada subjek
4, Subjek tidak merasa khawatir saat suaminya pergi ke luar kota selama beberapa hari.
Subjek hanya bisa mendo akan supaya suaminya sehat, selamat, dan tidak ada
halangan apa-apa. Subjek merasakan perasaan kesepian saat ingat ibunya yang sudah
meninggal dunia. Lamanya perasaan tersebut sekitar satu hari. Subjek merasa sedih
saat teringat dengan Ibunya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesepian lansia pria dan wanita yang bekerja
dan tidak bekerja adalah pada subjek 2 subjek 3, dan subjek 4 mengenai kaitan status
usia dengan kesepian, ketiga subjek mengatakan bahwa usia berkaitan dengan
kesepian. Usia mereka yang sudah di atas 60 tahun membuat mereka merasakan
perasaan kesepian. Sedangkan menurut subjek 1, usianya yang sudah di atas 60 tahun
tidak membuatnya merasakan perasaan kesepian. Pada subjek 1, subjek 2, subjek 3,
dan subjek 4 mengenai kaitan situasi pekerjaan dengan kesepian, keempat subjek samasama
mengatakan bahwa pekerjaan berkaitan dengan kesepian. Jika ada suatu
kesibukan seperti pekerjaan, maka perasaan kesepian tersebut tidak terasa.
Kata Kunci : kesepian, lansia pria dan wanita, bekerja dan tidak bekerja. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1875 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|