|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1893
|
| Title: | Kecemasan pada Penderita Gagal Ginjal Kronis di Laboratorium Dialisis Rumah Sakit Pusat TNI AU Dr. Esnawan Antariksa |
| Authors: | Nadia, Nadia |
| Keywords: | kecemasan gagal ginjal kronis penderita |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Kesehatan merupakan salah satu aspek utama dalam kehidupan manusia,
terdapat berbagai macam gangguan kesehatan yang sangat mungkin menghambat
aktivitas individu. Salah satu gangguan kesehatan yang menyerang organ vital adalah
penyakit gagal ginjal kronis. Penyakit gagal ginjal memang tidak menular, tetapi dapat
menimbulkan kematian, penderitanya sangat mungkin mengalami kecemasan, baik
kecemasan akan kematian, keluarga, keuangan, maupun kecemasan sosial. Penelitian
ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat gambaran atau deskripsi mengenai
kecemasan pada penderita gagal ginjal kronis di Laboratorium Dialisis Rumah Sakit
Pusat TNI AU Dr. Esnawan Antariksa.
Teknik pengumpulan data dilakukan pada 80 penderita gagal ginjal kronis
dengan metode angket, menggunakan skala kecemasan dan pertanyaan terbuka.
dimana item- item yang digunakan pada skala kecemasan berdasarkan gejala-gejala
kecemasan seperti respon-respon kognitif, fisiologis dan psikis. Teknik analisis data
menggunakan statistik deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa uji normalitas pada variabel
kecemasan diperoleh hasil signifikansi 0,015 pada Kolmogorov-Smirnov (p< 0,05) dan
Shapiro-Wilk 0,024 (p< 0,05) Secara umum dikatakan bahwa distribusi skor dari
sampel yang telah diambil dianggap tidak normal. Berdasarkan pengujian mean
hipotetik dan mean empirik bahwa skor mean empirik yaitu sebesar 82,01 dan skor
mean hipotetik yaitu 80 maka hal ini menunjukan kecemasan penderita dalam kategori
rata-rata.
Gambaran kecemasan berdasarkan gejala-gejala kecemasan, diketahui bahwa
respon-respon kognitif lebih banyak dialami penderita dibandingkan respon-respon
fisiologis dan psikis.
Deskripsi subjek berdasarkan usia diketahui bahwa pada usia 45-55 tahun memiliki
kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan usia 23-33 tahun dan 34-44 tahun.
Berdasarkan jenis kelamin, diketahui bahwa subjek berjenis kelamin wanita lebih tinggi
kecemasannya dibandingkan subjek berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan bidang
pekerjaan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki kecemasan yang lebih tinggi
dibandingkan subjek yang tidak bekerja, ibu rumah tangga, swasta dan pensiunan PNS.
Berdasarkan lama menderita, subjek yang menderita 1-6 bulan mempunyai kecemasan
yang lebih tinggi dibanding subjek yang menderita gagal ginjal kronis selama 7-12
bulan, 13-18 bulan, ataupun 19-24 bulan. Berdasarkan status pernikahan, subjek yang
berstatus janda memiliki kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan subjek
yang berstatus belum menikah ataupun sudah menikah. Berdasarkan program biaya
pengobatan, subjek yang program biaya pengobatan swasta (ditanggung sendiri)
mempunyai kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan program biaya Askes (Asuransi
Kesehatan), Askeskin (Asuransi Kesehatan Miskin), ataupun Gakin (Keluarga Miskin)
khusus wilayah DKI-Jakarta.
Berdasarkan hasil pertanyaan sumber kecemasan subjek pada saat divonis, sebesar
90% subjek menyebutkan masalah kematian menjadi hal pertama yang paling subjek
rasakan dan 10% subjek menyebutkan masalah yang berkaitan dengan keluarga.
Seiring dengan adaptasi terhadap penyakit yang diderita, sumber kecemasan subjek
pada saat ini yang utama adalah keluarga dengan persentase sebesar 52,5%, kemudian
22,5% subjek menyebutkan masalah yang berkaitan dengan ekonomi, 22,5% subjek
menyebutkan masalah yang berkaitan dengan kematian, 2,5% menyebutkan masalah
yang berkaitan dengan sosial.
Kata Kunci : kecemasan, gagal ginjal kronis, penderita. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1893 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|