|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1894
|
| Title: | Penerimaan Ibu Yang Memiliki Anak Tunarungu |
| Authors: | Khotimah, Nuria |
| Keywords: | Proses Penerimaan Tunarungu. |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Tunarungu adalah istilah yang menggambarkan keadaan kemampuan dengar yang
kurang atau tidak berfungsi secara normal sehingga tidak mungkin lagi diandalkan untuk
belajar bahasa dan wicara tanpa dibantu dengan metode dan peralatan khusus. Tunarungu
berpengaruh terhadap seluruh perkembangan anak sebagai individu. Keadaan itu
mempengaruhi perkembangan mental, kepribadian, emosi dan sosial si anak.
Penerimaan merupakan sikap seseorang yang menerima orang lain apa adanya secara
keseluruhan, tanpa disertai persyaratan ataupun penilaian. Apabila dalam keluarga terutama
pada ibu ada penerimaan, maka dapat membantu dalam pengasuhan dan akan mendukung
perkembangan anak. Namun tidak mudah bagi seorang ibu untuk dapat menerima begitu saja
kondisi anaknya tetapi ibu akan melalui beberapa proses hingga akhirnya seorang ibu dapat
menerima kondisi anaknya. Proses-proses penerimaan itu antara lain shock, denial, grief and
depression, ambivalence, guilt, anger, shame and embrassment, bargaining, adaptation and
reorganization, acceptance and adjustment.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan ibu terhadap
anaknya yang mengalami tunarungu, faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan serta
gambaran proses-proses penerimaan yang dialami. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang ibu yang
memiliki anak tunarungu dan berjumlah satu orang. Dalam penelitian ini digunakan teknik
wawancara terstruktur dan observasi non partisipan.
Berdasarkan hasil penelitian secara umum, gambaran penerimaan yang ditunjukkan
oleh subjek yaitu adanya harapan realistis terhadap keadaan, yakin akan standar dirinya,
memiliki perhitungan akan keterbatasan pada dirinya, menyadari asset diri yang dimiliki, serta
menyadari kekurangannya. Faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan yang dialami oleh
subjek terdiri dari pemahaman diri, makna hidup, pengubahan sikap, keikatan diri, kegiatan
terarah, dan dukungan sosial sedangkan proses penerimaan yang dilalui oleh subjek terdiri
dari beberapa proses, yaitu shock (kaget), grief and depression (perasaan duka dan depresi),
guilt (perasaan bersalah), anger (perasaan marah), shame and embrassment (perasaan malu),
adaptation and reorganization (adaptasi), acceptance and adjustment (menerima).
Kata kunci : Proses Penerimaan dan Tunarungu. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1894 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|