Header Repository Gunadarma

Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >

Please use this identifier to cite or link to this item: http://hdl.handle.net/123456789/1925

Title: Agresivitas Remaja Yang Memiliki Orang Tua Tunggal (Single Parent) Wanita
Authors: Dwi Listiyanto, Budi
Keywords: agresi
remaja
orang tua tunggal (single parent) wanita
Issue Date: 9-May-2012
Abstract: Pakar ahli jiwa asal Amerika Serikat Dr Stephen Duncan (dalam Ratri, 2006), dalam tulisannya berjudul The Unique Strengths of Single-Parent Families mengungkapkan, pangkal masalah yang sering dihadapi keluarga dengan orang tua tunggal adalah anak.Anak merasa kehilangan orang yang berarti dalam hidupnya. Bagi anak yang tiba-tiba mendapatkan orang tuanya tidak lengkap lagi. Anak yang belum siap menghadapi rasa kehilangan salah satu orang tuanya akan terpukul, dan kemungkinan besar berubah tingkah lakunya. Ada yang menjadi pemarah, ada yang suka melamun, mudah tersinggung, atau suka menyendiri (Aqsyaluddin, 2007). Anak akan menjadi agresif, kesepian, frustrasi, bahkan mungkin bunuh diri. Kondisi seperti itu sangat rentan terjadi pada anak dengan kondisi keluarga single parent. Maka orang tua perlu berkomunikasi dengan anak, agar dia tidak merasa kesepian (Alvita, 2008). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui agresivitas remaja yang memiliki orang tua tunggal (single parent) wanita dan faktor-faktor yang menyebabkan agresivitas remaja yang memiliki orang tua tunggal (single parent) wanita. Pada penelitian ini peneliti mengunakan pendekatan penelitian kualitatif yang berbentuk studi kasus, yang dilakukan untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai suatu kasus, yang mempunyai karakteristik tertentu. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun, yang memiliki orang tua tunggal (single parent) wanita selama 12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan pedoman umum, sedangkan metode observasi yang digunakan adalah metode observasi non partisipan. Hasil penelitian ini adalah bahwa agresivitas remaja yang memiliki orang tua tunggal (single parent) wanita, terjadi karena adanya faktor-faktor yang menyebabkan, seperti faktor pribadi, faktor lingkungan kelompok sebaya, faktor lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat. Dan dapat diketahui dari hasil penelitian ini, subjek adalah orang yang agresi. Adapun agresi yang dilakukan subjek, antara lain secara fisik adalah menendang, membalas orang yang menyerang dirinya secara fisik, memukul, dan berkelahi, sedangkan secara verbal adalah menghina, memarahi, mengejek, dan mengkritik. Kata kunci: agresi, remaja, orang tua tunggal (single parent) wanita
URI: http://hdl.handle.net/123456789/1925
Appears in Collections:E-Journal Psikologi

Files in This Item:

File Description SizeFormat
Artikel_10504032.pdf295.17 kBAdobe PDFView/Open

Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

 

Valid XHTML 1.0! Repository Software Copyright © 2002-2010  Duraspace - Feedback