|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1944
|
| Title: | Kontribusi Self-Disclosure Pada Kepuasan Perkawinan Pria Dewasa Awal |
| Authors: | KARTIKA RINI, QUROYZHIN |
| Keywords: | Self-Disclosure Kepuasan Perkawinan Pria Dewasa Awal |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Manusia adalah mahluk Tuhan yang diciptakan berpasang-pasangan untuk
menikah. Pernikahan dan kehidupan berkeluarga penting bagi setiap manusia karena
dari keluarga, seorang individu membentuk dirinya dan dari keluarga, individu belajar
untuk berinteraksi dengan lingkungan luar.Perkawinan itu sendiri didefinisikan sebagai
hubungan yang diakui secara sosial antara pria dan wanita yang didalamnya terdapat
hubungan seksual, hak membesarkan anak secara legal dan membangun suatu divisi
pekerjaan dengan pasangan. Setiap individu tentunya menginginkan perkawinan yang
sukses dan sekali seumur hidupnya. Salah satu kriteria yang dapat mempengaruhi
kesuksesan dalam perkawinan adalah kepuasan. Kepuasan perkawinan diartikan sebagai
suatu perasaan subjektif yang bersifat positif yang dirasakan oleh individu terhadap
hubungannya dengan pasangannya yang sah secara hukum dan sosial. Kemudian, salah
satu kunci utama komunikasi yang dapat membantu membuat kepuasan perkawinan
adalah self-disclosure. Self-disclosure adalah pernyataan akurat mengenai diri sendiri
baik perasaan, pikiran dan pengalaman yang diberitahukan kepada orang lain serta
dilakukan secara sengaja dan sukarela.
Dalam kehidupan sehari-hari wanita lebih banyak melakukan self-disclosure
dibandingkan dengan pria dikarenakan pria tidak dapat mengartikulasikan perasaan dan
masalahnya secara verbal karena merasa kurang nyaman. Padahal pria yang dapat lebih
jujur dan terbuka mengenai dirinya dalam berkomunikasi dengan pasangan akan dapat
meningkatkan kepuasan perkawinannya. Karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui
kontribusi sefl-disclosure pada kepuasan perkawinan pria dewasa awal.
Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh F sebesar 96,422 dengan signifikansi
sebesar 0,000 (p < 0,05), dan diperoleh R Square sebesar 0,569. Hal ini berarti bahwa
terdapat kontribusi self-disclosure secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan pria
dewasa awal, dan kontribusi tersebut sebesar 56,9%, sedangkan 43,1% lainnya
kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti equalitarian, sex, kehidupan
sosial, tempat tinggal dan penghasilan. Selain itu, subjek dalam penelitian ini memiliki
kepuasan perkawinan yang tinggi dengan self-disclosure yang tergolong rata-rata.
Kata Kunci : Self-Disclosure, Kepuasan Perkawinan, Pria Dewasa Awal |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1944 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|