|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/1948
|
| Title: | Fobia Sekolah Pada Anak Sekolah dasar |
| Authors: | Armaliani, Retno |
| Keywords: | Fobia sekolah anak sekolah dasar |
| Issue Date: | 9-May-2012 |
| Abstract: | Masa sekolah bagi sebagian anak merupakan salah satu masa yang menyenangkan dan
paling dinantikan oleh anak. Namun pada kenyataannya tidak semua anak merasa bahwa masa
sekolah merupakan masa yang menyenangkan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal.
Salah satu hal tersebut adalah saat anak mendapatkan pengalaman negatif saat anak berada di
sekolah.
Sesuai dengan judul peneltian, maka timbul pertanyaan penelitian yaitu bagaimana
gambaran fobia sekolah yang terjadi pada anak SD, mengapa anak dapat mengalami fobia sekolah,
bagaimana proses terbentuknya fobia sekolah pada anak SD, dan bagaimana cara penanganan
fobia sekolah pada anak SD. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran fobia sekolah yang
terjadi pada anak SD, mengapa anak dapat mengalami fobia sekolah, bagaimana proses
terbentuknya fobia sekolah pada anak SD, dan cara penanganan fobia sekolah pada anak SD
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif
berdasarkan studi kasus yang bersifat intrinsik, yaitu kasus yang diambil merupakan kasus yang
menarik untuk diteliti. Sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan bagaimana upaya
pemecahan yang harus dilakukan serta adanya tujuan penelitian, karakteristik subjek dalam
penelitian ini adalah anak SD yang mengalami fobia sekolah dikarenakan adanya pengalaman
traumatis di sekolahnya. Dalam penelitian ini, digunakan pedoman wawancara dengan terstandar
yang terbuka, yaitu pedoman wawancara yang digunakan untuk mengingatkan peneliti mengenai
aspek-aspek apa saja yang harus dibahas atau ditanyakan, sekaligus menjadi daftar pengecek
apakah aspek-aspek relevan tersebut telah dibahas atau ditanyakan. Selain itu, peneliti juga
menggunakan pedoman wawancara tidak berstruktur, yaitu pertanyaan tentang pandangan, sikap
keyakinan subjek atau tentang keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek.
Subjek diberikan kebebasan menguraikan jawabannya serta mengungkapkan pandangannya sesuka
hati. Observasi yang dilakukan terhadap subjek adalah observasi langsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami fobia sekolah dikarenakan adanya
pengalaman negatif yang dialami oleh subjek saat berada di sekolah. Selain itu, ayah subjek juga
menerapkan pola asuh otoriter yang menyebabkan anak takut untuk bersekolah.
Saran yang diberikan untuk subjek adalah agar subjek lebih berani untuk menghadapi
lingkungan sekolah dan pelajarannya, sehingga diharapkan ada kemajuan belajar untuk
meningkatkan prestasi belajar subjek di sekolah. Selain itu, diharapkan subjek mampu beradaptasi
dengan para guru dan teman-temannya di sekolah.
Kata kunci : Fobia sekolah, anak sekolah dasar |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/1948 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|