Header Repository Gunadarma

Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Komputer >

Please use this identifier to cite or link to this item: http://hdl.handle.net/123456789/2144

Title: Prediksi Evolusi Diameter Aorta Berdasarkan Sinyal Trombus dari Magnetic Resonance Images pada Small Abdominal Aortic Aneurysms
Authors: Karyati, Cut M
Lalande, Alain
Steinmetz, E
Brunotte, Francois
Keywords: trombus sinyal
evolusi diameter aorta
gambar T1 dan T2
Abdominal Aortic Aneurysms
Issue Date: 24-Nov-2010
Publisher: Universitas Gunadarma
Series/Report no.: Proceeding Seminar Ilmiah Nasional KOMMIT 2010;1
Abstract: Mempelajari gambar T1 dan T2 dari hasil pemeriksaan MR Imaging terhadap adanya trombus pada pasien Small Abdominal Aortic Aneurysms (SAAA) untuk mengetahui apakah sinyal trombus bisa dihubungkan dengan evolusi pembesaran diameter aorta, dan kemudian bisa memprediksi risiko pecahnya dinding aorta. Data diperoleh dari 16 pasien dengan SAAA. Gambar MR diperoleh dari Imager 3T (Trio TIM, Siemens Medical Solution, Jerman). Dalam protokol penelitian kami, gambar yang diambil adalah studi anatomi, gambar cine-MR, gambar T1/T2, gambar aliran darah, dan gambar setelah injeksi contrast agents. Manual tracing dilakukan untuk menentukan luas permukaan Aorta dan luas permukaan luminal guna menentukan luas permukaan trombus. Maksimum diameter aorta secara otomatis didapat dari manual tracing pada gambar T1. Parameter digunakan untuk mempelajari sinyal trombus adalah mean, median, standar deviasi, skewness dan kurtosis. Setiap parameter dihitung pada area thrombus, dan sinyal di otot digunakan untuk menormalisasikannya. Setelah itu, semua parameter akan dibandingkan dengan evolusi dari diameter aorta. Ditemukan 13 dari 16 pasien dengan SAAA memiliki trombus. Namun tidak ada korelasi antara sinyal trombus dengan evolusi dari diameter aorta (r sering kali kurang dari 0,3). Tapi beberapa parameter menunjukkan hubungan antara sinyal thrombus dan diameter maksimum (mean (r = 0318)), median (r = 0,318), skewness (r = 0304)) atau dengan evolusi diameter maksimum (mean (r = 0512)). Dapat disimpulkan bahwa perbandingan kategori trombus yang kami kalkulasikan secara matematik dengan kategori thrombus secara visualisasi mencapai 81% tingkat kesesuaian, tapi kita tidak bisa menggunakan sinyal trombus sendiri sebagai parameter untuk memprediksi evolusi dari diameter aorta.
URI: http://hdl.handle.net/123456789/2144
ISSN: 1411-6286
Appears in Collections:Published Article Komputer

Files in This Item:

File Description SizeFormat
01-01-001-Prediksi[Cut].pdf745.2 kBAdobe PDFView/Open

Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

 

Valid XHTML 1.0! Repository Software Copyright © 2002-2010  Duraspace - Feedback