|
|
Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/2329
|
| Title: | Perbedaan Kebutuhan-Kebutuhan Maslow pada Pengusaha Etnis Jawa dan Tionghoa: Tinjauan Teori Bioekologi |
| Authors: | Made Taganing Kurniati, Ni Agustina, Eka |
| Keywords: | Budaya, Etnis Jawa, Etnis Tionghoa, Teori Bioekologi Bronfenbernner, Teori Hirarki Kebutuhan Maslow |
| Issue Date: | 18-Oct-2011 |
| Publisher: | Universitas Gunadarma |
| Series/Report no.: | Pesat Volume 4; |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan kebutuhan-kebutuhan psikologis yang diajukan oleh Maslow, yakni kebutuhan rasa anran, kebutuhan sosial, kebutuhan harga dirt, dan kebutuhan aktualisasi dirt pada pengusaha etnis Jawa dan Tionghoa dengan menggunakan kerangka teori Bioekologi dari Bronfenbrenner. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengusaha etnis Jawa (N=30) dan pengusaha etnis Tionghoa (N=30) sebagai responden. Kebutuhan psikologis diukur dengan Skala Kebutuhan Psikologis, yang terdiri dari empat subskala, yakni Kebutuhan Rasa Aman (koefisien Alpha Cronbach 0,857), Kebutuhan Sosial (koefisien Alpha Cronbach 0,828), Kebutuhan Harga dirt (koeftsien Alpha Cronbach 0,814), dan Kebutuhan Aktualisasi Diri (koefisien Alpha Cronbach 0,73). Data dianalisis dengan uji statistik non parametrik U Mann Withney. Hasil menunjukkan bahwa keempat hipotesis yang diajukan diterima, dimana: (1) Ada perbedaan kebutuhan rasa aman yang sangat signifikan antara pengusaha etnis Jawa dan Tonghoa, di mana kebutuhan rasa aman pengusaha Jawa lebih rendah daripada pengusaha Tionghoa (U = 62, p < 0,001, mean Pengusaha Jawa = 17,57, mean Pengusaha Tionghoa = 43,43). (2) Adaperbedaan yang sangat signifikan pada kebutuhan sosial antara pengusaha etnis Jawa dan Tionghoa, di mana kebutuhan sosial pengusaha Jawa lebih tinggi dari pengusaha Tionghoa (U = 159, p < 0,001, mean Pengusaha Jawa = 40,20, mean Pengusaha Tionghoa = 20,80). (3) Ada perbedaan kebutuhan harga dill yang sangat signifikan antara pengusaha etnis Jawa dan Tonghoa, di mana kebutuhan harga dirt pengusaha Jawa lebih rendah dari pada pengusaha Tionghoa (U = 195, p < 0,001, mean Pengusaha Jawa = 22,00, mean Pengusaha Tionghoa = 39,00); (4) Ada perbedaan kebutuhan aktualisasi dill yang sangat signifikan antara pengusaha etnis Jawa dan Tionghoa, di mana kebutuhan aktualisasi dirt pengusaha Jawa lebih rendah dari pada pengusaha Tionghoa (U = 310, p < 0,001, Mean Pengusaha Jawa = 25,83, Mean Pengusaha Tionghoa = 35,17). Pembahasan terkait dengan perbedaan subbudaya Jawa dan Tionghoa ketengahkan. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/2329 |
| ISSN: | 1858-2559 |
| Appears in Collections: | Published Article Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|