|
Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Teknologi Industri >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/2890
|
| Title: | Usulan Perbaikanproduk Cacat Mesin Bc-2tr Pada Proses Pengecoran Di Pt Toyota Motor Manufacturing Indonesia |
| Authors: | Setiyono, Khalwani |
| Keywords: | Blok mesin BC-2TR Metode Lima Fase Pengecoran |
| Issue Date: | 1-Jun-2012 |
| Abstract: | PT. TMMIN Indonesia telah dikenal sebagai perusahaan besar dan menerapkan
teknologi maju dalam bidang manufaktur logam khususnya bidang Pengecoran. Di
PT.TMMIN penerapan metode pengendalian kualitas yang baik merupakan alat (tool)
dalam mengarahkan produsen ke arah penyempurnaan produk (zero defect), casting
plant merupakan divisi yang menghasilkan beberapa hasil produksinya seperti : Blok
mesin BC-1TR dan BC-2TR. Dalam penelitian dengan menggunakan metode lima fase
ini memiliki tujuan antara lain mengidentifikasi lini proses yang bermasalah,
mengidentifikasi dan menganalisa jenis cacat pada blok mesin BC-2TR dalam proses
pengecoran yang bermasalah dan memberikan usulan tindakan perbaikan kualitas
didalam proses pengecoran yang bermasalah. Pengendalian kualitas dengan
menggunakan metode lima fase (definisi, mengukur, analisis, perbaikan, dan
pengendalian) diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada tahap mendefinisi dirumuskan bahwa masih banyaknya produk cacat yang
dihasilkan sebanyak 107 produk dalam sebulan, menghasilkan 8 jenis cacat dari pareto
yang dibuat. Pada tahap mengukur akan dilakukan uji normalitas apakah data masih
dalam keadaan normal, dan diukur menggunakan peta p, lalu uji kapabilitas yang
menghasilkan angka 98,75% yang berarti proses dikatakan layak. Pada tahap analisis
menggunakan diagram sebab akibat dan dicari 3 jenis cacat dominant untuk dianalisa
dan dicari akar permasalahannya untuk ditentukan yang menjadi faktor penyebab utama
dari 3 jenis cacat tersebut. Tahap perbaikan menggunakan metode 5W+2H dilakukan
perbaikan untuk 3 jenis cacat dominan yang dianalisa. Pada tahap pengendalian
dihasilkan perancangan perbaikan proses yang berupa petunjuk kerja, berupa lembar
pengamatan untuk mengendalikan agar produk cacat tidak terjadi lagi |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/2890 |
| Appears in Collections: | Published Article Teknologi Industri
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|