|
Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Teknik Sipil dan Perencanaan >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3128
|
| Title: | Ruang Osmosis Sebagai Media Kondisi Chaos Di Kawasan Kebun Raya Bogor |
| Authors: | Untarti, Atiek |
| Keywords: | Chaos Konsep Pengetahuan-Kuasa-Ruang Ruang Osmosis |
| Issue Date: | 23-Aug-2005 |
| Publisher: | Universitas Gunadarma |
| Series/Report no.: | Proceeding PESAT 2005;1 |
| Abstract: | Perkembangan fisik suatu kawasan kota dapat menjadi pusat penyebaran kondisi chaos ke
kawasan lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah peJaku kegiatan bertambah tak terkendali
sedangkan ruang fisik yang ada tidak memadai. Kawasan Kebun Raya Bogor sebagai
pusat kegiatan kota menjadi pusat penyebaran kondisi chaos ke kawasan lainnya. Hal ini
dikarenalcan jumlah pelaku kegiatan bertambah tak terkendali sedangkan ruang flSik yang
ada tidak memadai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat kegiatan kota di Bogor
sebagai ruang praktek sosial masyaralcat bukanlah Kebun Raya tetapi Pasar Bogor. Sejak
berdirinya Pasar Bogor, terjalin praktek sosial sesuai dengan konsep pengetahuan-kuasaruang
berdasarlcan /cesenjangan kondisi manusia antar peJaku. Saat jumlah populasi
pelaku kegiatan bertambah dan tidak disertai oleh penambahan ruang fisi/c, terjadilah
kondisi chaos. Praktek sosial masyaralcat ini merupakan ruang osmosis, yang membentuk
kondisi chaos dalam kawasan Pasar Bogor. Kondisi chaos dengan ruang osmosis sebagai
medianya merupakan proses alamiah yang membentuk ruang kehidupan masyarakat. Saat
pemerintah daerah memperbaiki bentukan [lSik sua(u kawasan, hendaknya memahami keberadaan
ruang osmosis. Perubahan ruang sosial tidak dapat dilakulcan berdasarlcan kepentingan politik dan
ekonomi yang dipaksakan. Ruang osmosis merupa/can proses alamiah yang berasal dari praktek
sosial masyaraJrat, seperti halnya kondisi chaos. Dengan demikian, perancangan dan perencanaan
kawasan harus mengakomodasi praktek sosial msyaraJrat. Melalui pemetaan, penyediaan fasilitas
dan penyebaran inti keramaian kota merupa/can usulan untuk menanggulangi tahap chaos yang
berkepanjangan. Adanya gera/can radikal yang dilakukan oleh pemerintah daerah, menghasilkan
perubahan non-alamiah sehingga tidak akan pernah efektif. Perubahan tersebut haruslah terjadi
,secara alami, dilakukan oleh para pelaku masyarakat melalui pralctek sosial. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3128 |
| ISSN: | 1858-2559 |
| Appears in Collections: | Published Article Teknik Sipil dan Perencanaan
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|