|
Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Ekonomi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3140
|
| Title: | Pengembangan Produk Kerajinan Kayu Melalui Program Iptekda - Lipi . Di Kabupaten Blora Jawa Tengah |
| Authors: | Sukimo, Sukimo |
| Keywords: | Ilmu Pengetahuan Pengembangan Produk Kerajinan Kayu |
| Issue Date: | 23-Aug-2005 |
| Publisher: | Universitas Gunadarma |
| Series/Report no.: | Proceeding PESAT 2005;1 |
| Abstract: | Luas wilayah kabupaten blora 182.000 hektar, yang mana seluas 84.000 hektar(48,9 %) merupalean kawasan
huran jati.Luasan lahan ini berdampak pada produk unggulan daerah yaitu lcerajinan yang berbasis 1cayu jati.
Disepanjang ja/an Blora - Cepu Ichususnya diwilayah Kecamatan Jepon telah didirilean lebih dar; 80 kios
untuk memasarkan hasil prod uk lcerajinan kayu dan sekaligus sebagai lempat usaha produlcsi(finishing).
Volume ekspor lahun 2002 untukjenis kayu olahan mengalami penurunan dari 262.821 meter kubile menjadi
126.463 meIer /cubi/c, namun nilai ekspornya meningleat dar; Rp 6.500 milyar menjadi Rp 15.6/7 milyar. Dari
jenis Iwmodilas cendera mata juga mngalami penurunan dari 1.375 buah menjadi 1.190 buah n;la; ekspor
meningkat dari Rp 93.250.000,- menjadi Rp /04.750.000,-. Upaya yang dilakulcan oleh program IPTEKDAL1PI
belcerja sama dengan Fakultas Seni Rupa Universitas 11 Maret Surakarta untuk mengembanglean
produk lcerajinan kayu antara lain : Pelatihan pengembangan desain, finishing, manajemen lceuangan dan
pemasaran,pengetahuan bahan dan pengguliran dana investasi. Permasalahan utama yang dihadapi antara
lain: masih rendahnya diversifikasi produ/c, terbatasnya peralalan produksi, finishing produle masih terbatas
dan pemasaran ekpor lang sung. Metoda penulisan adalah: leaj; tindak(Action research) melalui: observasi
dan identifikasi pada usaha kecil kerajinan kayu yang menjadi mitrd binaan. Hasil yang telah dicapai :
jumlah usaha kecil yang dibina sebanyale 57 unit meliputi usaha kerajinan bubut,mebel,ukir tunggak dan
patung. Jenis pelatihan dan pembinaan yang dilakulean berbeda-beda tergantung pada kebutuhan pengrajin.
Dampalc yang dopat dilihat antara lain :(l)pengrajin telah memiliki peralatan yang diperlulcan,(2)pengrajin
telah mampu mengolah bahan mentah menjadi produk seni kerajinan yang efesien,(3)Pengrajin mampu
mengadalean stok bahan baku sendiri,(4)Pengrajin menyadari alean pentingnya pencataan dan pembukuan
kegiatan usahanya,(5)Pengrajin "inti" menyadari per/unya pengl#mbangan desain,menjaga mutu produk
sesuai dengan selera Iwnsumen,(6)Pengembangan desain baru dilakulean lewat strategi pemasaran "pesan
titip". |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3140 |
| ISSN: | 1858-2559 |
| Appears in Collections: | Published Article Ekonomi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|