Header Repository Gunadarma

Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Psikologi >

Please use this identifier to cite or link to this item: http://hdl.handle.net/123456789/3193

Title: Human Capacity Development Knowledge Based Society Sebagai Modal Dasar Daya Saing Bangsa
Authors: Nugroho, Nugroho
Keywords: Society
Modal
Saing
Issue Date: 23-Aug-2005
Publisher: Universitas Gunadarma
Series/Report no.: Proceeding PESAT 2005;1
Abstract: Kehidupon masyarakaJ di era millennium lretiga ditandai dengan terciptanya gaya hidup digital yang mengkoneksikan manusia dari berbagai belahan dunia dalam satu sentuhan digital yang smart. Indonesia tidale terlrecuali. meskipun di sana-sin; masyarakaJ kila masih ada yang mengenalam kotelca dan maIam umbi. lrehendalc ujarah untuk masuk dalam lreh;dupan global menuntut siapapun sadar diN tentang makna perubahan dan peran knowledge dalam meng;nisiasi perubahan lersebut. Dalam persaingan global ditunlut masyaralcat yang melek budaya (culluralliteracy) yang pada abad ini ditandai dengan kemampuannya dalam pengembangan. penguasaan ilmu pengetahuan dan tekn%gi. Merujulc pada pendapat Nonalca (1995) factor penentu persaingan bisnis masa depan bukan lagi modal /capital yang sifatnya finansial melainkan lebih berupa modal intelektual Nonaka menyebumya sebagai The Knowledge Creating Company. Seperti halnya Nonalca. Tom Davenport (1998) menyebutkan pentingnya menumbuhkan tradisi knowledge worker seperti yang direkomendasikan dalam bulcu Working Knowledge: How Organization Manage What They Know. Oleh Irmena itu knowledge base society pada primipnya adalah: A society in which creating. sharing and I/jing knowledge are key factors in the prosperity and well being of its people. Ciri utama masyarakat berbasis ilmu pengetahuan adalah: Knowledge dan informasi menjadi factor penting dalam setiap proses penciptaan nilai dalam masyarakat. Berlangsungnya perubahan yang cepat dalam teknologi. Berlangsungnya investasi yang besar dalam bidang research and development; serta pemanfaalan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin besar dalam kehidupan masyarakal yang diikuli dengan perkembangan knowledge yang lebih intemif di sector bisnis. Adanya peninglcatan pola kerja sama dan jejaring antar pela1cu bisnis. Apa yang yang bisa dilakulcan oleh Indoneisa dan bagaimana memulainya? Indonesia horus sudah memulainya sejak anak-anak dalam keluarga dan di jenjang pendidikan dasar. namun semua itu jl.,;;a tidak akan efektif manakala di tingkat meso (masyarakat) dan mokro (pemerintah) tidak mendukungnya. PC'1didikan keluarga lidak apresiatif terhadap saintek demikian juga pendidikan formal di sekolah cenderung hanya mengedepankan pengetahuan hafalan yang lepas kontek sosionomiknya; dan di tingkat masyarakat lebih menyukai gossip. rumor. isu dan sejenisnya ketimbang akses data dan informasi dalam menajemen data dan informasi yangjernih dan jungsiona/. Pada level pemerintah kondisinya juga sama saja. tidak terlatih untuk mengunpulkan data dengan benar, me1f8elola data sebagai basis pengambilan keputusan. Berbagai keputusan tidak punya argumen data base hasil riset yang mantap tapi seringkali bersifat impulsive atas dasor kepentingan politik kelompok dan golongan sesaat.
URI: http://hdl.handle.net/123456789/3193
ISSN: 1858-2559
Appears in Collections:Published Article Psikologi

Files in This Item:

File Description SizeFormat
PESAT 2005 _psikologi_008.pdf462.75 kBAdobe PDFView/Open

Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.

 

Valid XHTML 1.0! Repository Software Copyright © 2002-2010  Duraspace - Feedback