|
|
Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Ekonomi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3406
|
| Title: | Analisis Peranan Subsektor Pertanian dan Sektor Unggulan Terhadap Pembangunan Kawasan Ekonomi Propinsi Jawa Barat |
| Authors: | Mukhyi, Mohammad Abdul |
| Keywords: | efek multiplier Interregional Input-Output shyi-share |
| Issue Date: | 1-Dec-2007 |
| Publisher: | Muhammadiyah Surakarta University |
| Series/Report no.: | Proceeding Siposium Nasional RAPI VI 2007; |
| Abstract: | Pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Agroindustri sebagai subsistem agribisnis mempunyai potensi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, karena memiliki peluang pasar dan nilai tambah yang besar. Pengembangan agroindustri depot menjadi pintu masuk proses transformasi struktur ekonomi dari pertanian ke industri, Peran pembangunan kawasan sebagai unit analisis dewasa ini semakin penting sebagai pelaku ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan IRIO, suatu pendekatan pengembangan dart Teori I-0. Tujuan penelitian: (I) menetapkan subsektor unggulan yang potensial untuk dikembangkan Propinsi Jawa Barat, (2) menganalisis sektor-sektor yang bisa memberikan efek multiplier yang besar dan (3) mengukur tinglcat kontribusi sektor pertanian dan sektor-sektor unggulan dalam pembangunan daerah dan yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan daerahnya.
Tingkat kontribusi margin Propinsi Jawa Barat dan Nasional unggul dalam 1) sektor industri pengolahan; 2) sektor perdagangan, hotel dan restoran; 3) sektor pertanian berdasarkan harga konstan. Dalam analisis shift-share, sumbangan terhadap Propinsi Jawa Barat pada 1) sektor pertambangan dan penggalian; 2) sektor bangunan; dan 3) sektor jasa-jasa, sedang sektor pertanian dalam I) subsektor tanaman perkebunan; Subsektor peternakan dan hasil-hasilnya; 3) subsektor kehutanan; dan 4) subsektor perikanan. Dengan pendekatan Location Quotient (LQ), mempunyai keunggulan di 1) sektor industri pengolahan; 2) sektor listrik, gas dan air bersih; serta 3) sektor perdagangan, hotel dan restoran, sedang di sektor pertanian hanya subsektor tanaman bahan makanan. Propinsi Jawa Barat unggul dalam I) sektor industri dan pengolahan; 2) sektor bangunan serta 3) sektor perdagangan, hotel dan restoran terhadap Nasional balk keterkaitan ke belakang maupun Ice depan. Sedang terhadap dirinya sendiri mempunyai keunggulan di 1) sektor industri dan pengolahan; 2) sektor bangunan; dan 3) sektor perdagangan, hotel dan restoran. Pendekatan IRIO, dengan nilai multiplier terbesar terhadap perekonomian nasional, yaitu: 1) subsektor industri makanan, minuman dan tembakau; 2) subsektor industri kertas- dan barang dari cetakan; 3) sektor listrik, gas don air bersih; 4) sektor bangunan; 5) subsektor angkutan udara; 6) subsektor industri tekstil, barang dari kulit dan alas kaki; 7) subsektor industri semen; 8) subsektor industri barang clan logam; 9) subsektor industri hotel dan restoran; serta 10) subsektor industri lainnya. Nilai multiplier Propinsi Jawa Barat terdiri atas I) subsektor industri kertas dan barang dari cetakan, 2) subsektor industri makanan, minuman dan tembakau, 3) subsektor industri semen, 4) sektor listrik, gas dan air bersih, 5) subsektor hotel dan restoran, 6) subsektor angkutan udara, 7) subsektor angkutan air, 8) subsektor industri barang dart kayu dan basil hutan lainnya, 9) sektor bangunan serta 10) subsektor industri lainnya. Kontribusi sektor-sektor yang ada di Propinsi Jawa Barat terhadap kenaikan pendapatan penduduk dan pendapatan regional masih sangat rendah. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3406 |
| ISSN: | 1412-9612 |
| Appears in Collections: | Published Article Ekonomi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|