|
|
Repository Universitas Gunadarma >
Unpublished Article >
Unpublished Article Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3489
|
| Title: | AGRESIVITAS REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL (SINGLE PARENT) WANITA |
| Authors: | Dwi Listiyanto, Budi |
| Keywords: | agresi remaja orang tua tunggal (single parent) wanita |
| Issue Date: | 17-Sep-2012 |
| Abstract: | Pakar ahli jiwa asal Amerika Serikat Dr Stephen Duncan (dalam Ratri,
2006), dalam tulisannya berjudul The Unique Strengths of Single-Parent Families
mengungkapkan, pangkal masalah yang sering dihadapi keluarga dengan orang
tua tunggal adalah anak.Anak merasa kehilangan orang yang berarti dalam
hidupnya. Bagi anak yang tiba-tiba mendapatkan orang tuanya tidak lengkap
lagi. Anak yang belum siap menghadapi rasa kehilangan salah satu orang tuanya
akan terpukul, dan kemungkinan besar berubah tingkah lakunya. Ada yang
menjadi pemarah, ada yang suka melamun, mudah tersinggung, atau suka
menyendiri (Aqsyaluddin, 2007). Anak akan menjadi agresif, kesepian, frustrasi,
bahkan mungkin bunuh diri. Kondisi seperti itu sangat rentan terjadi pada anak
dengan kondisi keluarga single parent. Maka orang tua perlu berkomunikasi
dengan anak, agar dia tidak merasa kesepian (Alvita, 2008).
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui agresivitas
remaja yang memiliki orang tua tunggal (single parent) wanita dan faktor-faktor
yang menyebabkan agresivitas remaja yang memiliki orang tua tunggal (single
parent) wanita.
Pada penelitian ini peneliti mengunakan pendekatan penelitian kualitatif
yang berbentuk studi kasus, yang dilakukan untuk memberikan gambaran yang
mendalam mengenai suatu kasus, yang mempunyai karakteristik tertentu. Subjek
dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki berusia 17 tahun, yang memiliki
orang tua tunggal (single parent) wanita selama 12 tahun. Penelitian ini
menggunakan metode wawancara dengan pedoman umum, sedangkan metode
observasi yang digunakan adalah metode observasi non partisipan.
Hasil penelitian ini adalah bahwa agresivitas remaja yang memiliki orang
tua tunggal (single parent) wanita, terjadi karena adanya faktor-faktor yang
menyebabkan, seperti faktor pribadi, faktor lingkungan kelompok sebaya, faktor
lingkungan sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat. Dan dapat diketahui dari
hasil penelitian ini, subjek adalah orang yang agresi. Adapun agresi yang
dilakukan subjek, antara lain secara fisik adalah menendang, membalas orang
yang menyerang dirinya secara fisik, memukul, dan berkelahi, sedangkan secara
verbal adalah menghina, memarahi, mengejek, dan mengkritik. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3489 |
| Appears in Collections: | Unpublished Article Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|