|
Repository Universitas Gunadarma >
Unpublished Article >
Unpublished Article Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3495
|
| Title: | Kecemasan Pada Wanita Dewasa Muda Setelah Mengalami Perceraian |
| Authors: | Retnowati, Sri Taganing, Ni Made |
| Keywords: | Kecemasan Wanita Dewasa Muda Setelah Bercerai |
| Issue Date: | 17-Sep-2012 |
| Abstract: | Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara pria dan wanita yang diterima
masyarakat, dimana pasangan dapat melakukan hubungan seksual secara sah, dan
masing-masing mempunyai peran sebagai suami isteri dan orang tua bagi anak-anaknya (Papalia & Olds, 1995). Perceraian adalah kegagalan harapan-harapan
dalam kehidupan sebagai suami isteri dalam mempertahankan kestabilan rumah tangga
yang menyebabkan putusnya hubungan perkawinan (Sudin, 1982). Penelitian ini
bertujuan mengetahui secara mendalam gambaran kecemasan pada wanita dewasa
muda setelah bercerai, faktor-faktor penyebab kecemasan, dan faktor-faktor yang
menyebabkan bercerai.
Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana gambaran kecemasan
pada wanita dewasa muda setelah bercerai, mengapa dapat menyebabkan kecemasan
pada wanita dewasa muda setelah bercerai dan faktor yang menyebabkan bercerai.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Subjek dalam
penelitian ini berjumlah satu orang berjenis kelamin wanita berada pada usia 20 – 40
tahun dan berstatus janda. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah wawancara dan observasi. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan
alat perekam berupa tape recorder, alat tulis, pedoman wawancara dan pedoman
observasi. Selain itu diperlukan suatu teknik pemeriksaan keakuratan yaitu triangulasi
sumber, data, penyidik, dan teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek
mengalami kecemasan seperti mudah marah, kekhawatiran, rasa takut akan adanya
bahaya ancaman yang tidak dapat dipersepsikan dengan jelas dalam dirinya dan dapat
mengganggu hubungan individu dengan lingkungan serta dapat mengganggu pikiran
individu. Berdasarkan penelitian, subjek yang mengalami kecemasan dalam perceraian
ini cenderung tegar dalam menghadapi kecemasan setelah perceraian. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3495 |
| Appears in Collections: | Unpublished Article Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|