|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3556
|
| Title: | HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KEMATIAN DENGAN KETAKUTAN AKAN KEMATIAN PADA WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA |
| Authors: | Irfani, Nabilla |
| Keywords: | Persepsi Terhadap Kematian Ketakutan Akan Kematian (fear of death) Kanker Payudara |
| Issue Date: | 18-Sep-2012 |
| Abstract: | Di Indonesia, kanker payudara merupakan salah satu jenis penya kit yang mematikan dimana penyakit ini paling sering diderita oleh wanita dengan persentase jumlah rata-rata penderitanya adalah 10 dari 100 ribu wanita sehingga menjadikan penyakit ini berada di urutan kedua penyakit kanker yang kerap ditemukan pada wanita. Atas dasar hal tersebut, maka penyakit ini seringkali menimbulkan persepsi mengenai kematian bagi setiap orang yang mendengarnya. Adapun ketika membahas mengenai kematian, maka akan muncul perasaaan takut dimana rasa takut yang muncul tersebut disebut sebagai rasa takut akan kematian (thanatophobia). Ketika seseorang menghadapi kematian, ada yang menghadapinya secara positif namun tidak jarang pula yang menghadapinya secara negatif. Mereka yang memiliki persepsi yang positif terhadap kematian akan menjalani kehidupannya penuh dengan rasa nyaman dan makna bahkan tidak jarang berusaha membantu untuk membuat dunia menjadi tempat yang tenteram dan damai. Namun, bagi mereka yang memiliki persepsi negatif terhadap kematian akan menjalani kehidupannya penuh dengan kekacauan disebabkan karena keinginan untuk membuat kesan mendalam yang cenderung negatif kepada dunia dan orang-orang disekitarnya (Cicirelli, 1998). Sedangkan, bentuk dari rasa takut yang dimunculkan dapat tinggi ataupun rendah (Bond, 1994). Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menguji secara empirik sejauh mana hubungan antara persepsi terhadap kematian dengan ketakutan akan kematian pada wanita penderita kanker payudara, dan arah hubungannya.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi terhadap kematian, sedangkan variabel terikatnya adalah ketakutan akan kematian. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang memiliki karakteristik wanita berusia diatas 25 tahun, yang menderita kanker payudara dan sedang menjalani terapi di Rumah Sakit. Penelitian ini menggunakan skala pemaknaan pribadi terhadap kematian yang disusun oleh Cicirelli (1998) untuk men gukur persepsi terhadap kematian dan skala ketakutan akan kematian yang disusun oleh Bond (1994) untuk men gukur ketakutan akan kematian. Setelah itu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Dalam skala persepsi terhadap kematian, reliabilitasnya 0,817 dari 30 item yang diujicobakan, terdapat 16 item yang valid. Dalam skala ketakutan akan kematian, reliabilitasnya sebesar 0,886 dari 32 item yang diujicobakan terdapat 22 item yang valid.
Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai korelasi (r) sebesar 0,619 dengan signifikansi (p) sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara persepsi terhadap kematian dengan ketakutan akan kematian, dimana hubungannya adalah positif. Artinya, apabila partisipan penelitian dalam hal ini adalah wanita penderita kanker payudara memiliki persepsi terhadap kematian yang positif (tinggi), maka ia juga memiliki ketakutan akan kematian yang tinggi pula, begitu pula sebaliknya.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi partisipan penelitian terhadap kematian, diantaranya individu yang mempersepsi, sesuatu yang dipersepsi, dan situasi (Robbins, 1988). Sedangkan, faktor yang mempengaruhi ketakutan akan kematian partisipan penelitian adalah jenis
kelamin, pendidikan, pekerjaan (Aiken, 1994). Namun demikian, terdapat beberapa faktor pendukung lain yang mempengaruhi ketakutan akan kematian partisipan, yakni stadium kanker, lama menderita kanker, dan lama menjalani terapi. Selain itu, diketahui bahwa persepsi terhadap kematian yang dimiliki oleh partisipan berada pada rentang rata-rata dengan ketakutan akan kematian yang tinggi. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3556 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|