|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3584
|
| Title: | SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA YANG MENGALAMI KETUNADAKSAAN KARENA KECELAKAAN |
| Authors: | Fajar Jayanti, Arifianti |
| Keywords: | Self-disclosure remaja tuna daksa |
| Issue Date: | 18-Sep-2012 |
| Abstract: | Seorang remaja yang menyandang cacat fisik (tuna daksa) bawaan yang sudah sejak lahir dihadapkan kepada kenyataan bahwa dirinya menderita tuna daksa, cenderung lebih mudah membuka diri (self-disclosure) terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini disebabkan karena mereka bisa menerima kenyataan yang sudah digariskan kepada mereka, lain halnya dengan remaja cacat fisik (tuna daksa) yang diperoleh karena kecelakaan, mereka lebih sulit menerima kenyataan karena sebelumnya ia pernah merasakan hidup sebagai orang normal dan pada umumnya mereka membutuhkan waktu untuk bisa membuka diri (self- disclosure) terhadap lingkungan sekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti gambaran self- disclosure pada remaja yang mengalami ketunadaksaan karena kecelakaan dan juga untuk mengetahui factor-faktor yang menyebabkan terjadinya self-disclosure pada remaja yang mengalami ketunadaksaan karena kecelakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi kasus.
Subjek penelitian ini adalah seorang remaja laki-laki berusia 17-20 tahun yang mengalami ketunadaksaan karena kecelakaan kendaraan bermotor. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur dan observasi non partisipan terhadap satu orang subjek dan juga satu orang significant others.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran self- disclosure pada remaja yang mengalami ketunadaksaan karena kecelakaan dapat dilihat dari komponen self- disclosure yaitu jumlah informasi yang diungkapkan, sifat dasar yang positif atau negatif, dalam suatu pengungkapan diri, waktu pengungkapan diri, dan lawan bicara. Sedangkan untuk faktor-faktor yang menyebabkan bisa dilihat dari lima faktor yaitu faktor beliefs, faktor relationships, faktor personal matters, faktor interest, dan faktor intimate feelings. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3584 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|