|
|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Psikologi >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3585
|
| Title: | Penerimaan Ibu Yang Memiliki Anak Tunarungu |
| Authors: | Khotimah, Nuria Made Taganing, Ni |
| Keywords: | Proses Penerimaan dan Tunarungu |
| Issue Date: | 18-Sep-2012 |
| Abstract: | Tunarungu adalah istilah yang menggambarkan keadaan kemampuan dengar yang kurang atau tidak berfungsi secara normal sehingga tidak mungkin lagi diandalkan untuk belajar bahasa dan wicara tanpa dibantu dengan metode dan peralatan khusus. Tunarungu berpengaruh terhadap seluruh perkembangan anak sebagai individu. Keadaan itu mempengaruhi perkembangan mental, kepribadian, emosi dan sosial si anak.
Penerimaan merupakan sikap seseorang yang menerima orang lain apa adanya secara keseluruhan, tanpa disertai persyaratan ataupun penilaian. Apabila dalam keluarga terutama pada ibu ada penerimaan, maka dapat membantu dalam pengasuhan dan akan mendukung perkembangan anak. Namun tidak mudah bagi seorang ibu untuk dapat menerima begitu saja kondisi anaknya tetapi ibu akan melalui beberapa proses hingga akhirnya seorang ibu dapat menerima kondisi anaknya. Proses-proses penerimaan itu antara lain shock, denial, grief and depression, ambivalence, guilt, anger, shame and embrassment, bargaining, adaptation and reorganization, acceptance and adjustment.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerimaan ibu terhadap anaknya yang mengalami tunarungu, faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan serta gambaran proses-proses penerimaan yang dialami. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang ibu yang memiliki anak tunarungu dan berjumlah satu orang. Dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara terstruktur dan observasi non partisipan.
Berdasarkan hasil penelitian secara umum, gambaran penerimaan yang ditunjukkan oleh subjek yaitu adanya harapan realistis terhadap keadaan, yakin akan standar dirinya, memiliki perhitungan akan keterbatasan pada dirinya, menyadari asset diri yang dimiliki, serta menyadari kekurangannya. Faktor-faktor yang menyebabkan penerimaan yang dialami oleh subjek terdiri dari pemahaman diri, makna hidup, pengubahan sikap, keikatan diri, kegiatan terarah, dan dukungan sosial sedangkan proses penerimaan yang dilalui oleh subjek terdiri dari beberapa proses, yaitu shock (kaget), grief and depression (perasaan duka dan depresi), guilt (perasaan bersalah), anger (perasaan marah), shame and embrassment (perasaan malu), adaptation and reorganization (adaptasi), acceptance and adjustment (menerima). |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3585 |
| Appears in Collections: | E-Journal Psikologi
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|