|
Repository Universitas Gunadarma >
Published Article >
Published Article Teknologi Industri >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/3634
|
| Title: | PERBANDINGAN MINYAK NABATI KASAR HASIL EKSTRAKSI BUAH KEPAYANG SEGAR DENGAN KLUWEK |
| Authors: | Mahandari, Cokorda Prapti Wiwik, Wiwik Fatoni, Anwar |
| Keywords: | kepayang minyak nabati penekanan ekstraksi pembakaran |
| Issue Date: | 26-Oct-2011 |
| Publisher: | Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 |
| Abstract: | Minyak nabati kasar adalah minyak yang diperoleh dari pengolahan tanaman antara
lain dari bagian batang, daun, buah, biji, kulit buah maupun bunga melalui proses
ekstraksi. Penelitian tentang minyak nabati dari berbagai jenis dan bagian tanaman
telah banyak dilakukan. Salah satu jenis tanaman yang belum banyak diteliti
kandungan minyaknya adalah pohon kepayang atau Pangium edule Reinw. Potensi
biji buah kepayang segar dan biji buah kepayang yang telah diproses menjadi kluwek
sebagai bahan baku minyak nabati kasar diteliti dengan membandingkan hasil
ekstraksinya. Sebelum dilakukan proses ekstraksi buah kepayang diolah untuk
mendapatkan biji dengan cara pembusukan, pembelahan, pencucian, perebusan,
pengupasan dan penjemuran. Sedangkan untuk memperoleh kluwek dilakukan
penimbunan biji buah kepayang dalam tanah selama 4 minggu, pengupasan,
pemilihan dan penjemuran. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan alat pres
hidraulik. Hasil ekstraksi biji buah kepayang segar berupa campuran minyak, air dan
getah dipanaskan untuk menghilangkan kadar airnya sampai menjadi minyak nabati
kasar dengan warna coklat kehitaman. Sedangkan hasil ekstraksi kluwek
menghasilkan minyak yang agak kotor sehingga hanya membutuhkan penyaringan
untuk menjadi minyak nabati kasar. Biji buah kepayang menghasilkan minyak 8,7%
dari total beratnya sedangkan kluwek 11 %. Berdasarkan hasil pengukuran massa dan
volumenya diperoleh massa jenis minyak biji kepayang adalah 1,047 gr/ml, minyak
kluwek 0,908 gr/ml. Hasil uji pembakaran menggunakan sumbu dari benang terlihat
nyala api pada minyak biji kepayang mentah lebih pendek dan lebih redup sedangkan
nyala api pada minyak kluwek lebih panjang dan lebih terang dengan warna merah
jingga. Pada nyala api minyak kepayang ditemukan letupan–letupan dan percikan api
yang menandakan masih terdapat kandungan air, sedangkan pada nyala api minyak
kluwek tidak ada percikan saat api menyala. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/3634 |
| ISBN: | 979-587-395-4 |
| Appears in Collections: | Published Article Teknologi Industri
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|