|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Teknologi Industri >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/636
|
| Title: | Pemanfaatan “Global System for Mobile Communication (GSM)” untuk Pengaturan Pintu Pagar secara Jarak Jauh |
| Authors: | Nauli Lubis, Ikhwan Thalib, Farid |
| Keywords: | pengatur pintu pagar global system for mobile communication (gsm) mikrokontroler rs-232 telepon genggam (seluler) |
| Issue Date: | 4-May-2012 |
| Series/Report no.: | Jurnal Teknologi dan Rekayasa; |
| Abstract: | Sistem pengatur pintu pagar automatik ini dikendalikan oleh sistem pengatur yang berbasiskan mikrokontroler dan sebuah telepon gengam (seluler). Mikrokontroler menerima signal GSM ( Global System for Mobile Communication ) melalui sebuah telepon genggam yang terhubung dengan mikrokontroler tersebut. Pengaktifan sistem pengatur pintu pagar dilakukan dengan cara menghubungi telepon genggam yang terpasang pada rangkaian sistem pengatur dengan menggunakan telepon genggam yang nomornya tersimpam di memori mikrokontroler. Bentuk komunikasi yang terjadi antara pengirim signal GSM dan penerimanya hanya sebatas panggilan tak terjawab (miss call). Data yang masuk ke telepon genggam penerima diolah oleh mikrokontroler untuk dibandingkan dengan data yang ada pada program. Apabila ada kesesuaian maka mikrokontroler akan menggerakkan rangkaian pengendali motor sehingga motor akan berputar dan akan membuka pintu pagar. Rangkaian ini menggunakan telepon seluler jenis Siemens C35 sebagai penerima signal GSM, mikrokontroler AT89S51 sebagai pengolah data, sistem pengantarmukaan RS-232 antara mikrokontroler dan telepon genggam, IC L293 sebagai pengendali motor, dan sebuah program kendali yang ditulis dalam bahasa Assembly. Hasil rancang-bikin ini diuji coba dengan menggunakan tiga buah telepon genggam. Salah satu telepon genggam disimpan nomornya dalam program sistem pengatur. Hasil pengujicobaan menunjukkan bahwa pintu pagar dapat dibuka dan ditutup melalui perintah dari telepon gengam yang nomornya tersimpan dalam program sistem pengatur. Sedangkan dua telepon genggam lainnya tidak dapat dipakai untuk membuka atau menutup pintu pagar. Hal ini terjadi karena kedua telepon genggam tersebut tidak dikenal oleh sistem pengatur pintu pagar. Selain itu, pintu pagar juga dapat dibuka dan ditutup melalui penekanan tombol manual yang tersedia. Pada penekanan pertama pintu pagar akan membuka, sedangkan pada penekanan kedua pintu pagar akan menutup, demikian seterusnya. Dari pengujicobaan tersebut dapat ditunjukkan bahwa demi keamanan, pintu pagar hanya dapat dibuka atau ditutup melalui perintah yang dilakukan melalui telepon genggam yang bernomor tertentu saja sesuai dengan yang diprogramkan. |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/636 |
| ISSN: | 1410-9093 |
| Appears in Collections: | E-Journal Teknologi Industri
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|