|
Repository Universitas Gunadarma >
E-Journal >
E-Journal Komputer >
Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/815
|
| Title: | SISTEM DETEKSI KEBOCORAN AIR PDAM SURABAYA BERBASIS TEKHNOLOGI SCADA |
| Authors: | Pasila, Felix Hannawati, Anies Wintareja, Alan |
| Keywords: | real time software scada distribusi air |
| Issue Date: | Aug-2002 |
| Publisher: | Proceedings, Komputer dan Sist em Intelijen (KOMMIT 2002) |
| Series/Report no.: | B100-110; |
| Abstract: | Software SCADA sebagai salah satu software yang real-time sangat dibutuhkan, terutama sebagai pengontrol suatu sistem yang membutuhkan kecepatan dalam mengatasi berbagai kondisi yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu dan sulit diatasi langsung oleh manusia. Aplikasi software SCADA ini sangat tepat untuk digunakan pada sistem distribusi air minum. Kelemahan sistem distribusi air minum sekarang, salah satunya adalah adanya kebocoran pada pipa. Kebocoran pipa pada instansi PDAM umumnya sangat sulit diantisipasi dengan cepat karena keterbatasan personil PDAM yang harus men-survei setiap pipa secara langsung. Kebocoran akan menyebabkan kerugian yang sangat besar jika telah melebihi 20% dari total distribusi air. Kebocoran air juga sangat bergantung dengan berapa besar debet air yang diberikan pompa utama ke setiap zona dalam satu wilayah. Jika tekanan air yang diberikan lebih besar dari yang dibutuhkan, maka besar kemungkinan terjadi kebocoran. Sistem Interkoneksi antar pipa harus diperhitungkan agar saat terjadi kegagalan pada pipa tertentu, sistem dapat dengan segera dialihkan ke pipa yang lain sehingga dengan demikian konsumen tetap mendapatkan suplai air. Sistem Interkoneksi tidak saja memegang peranan penting pada saat terjadi kegagalan saja namun juga mempengaruhi tempo pendistribusian air, pemilihan sistem Interkoneksi yang tepat akan mempersingkat waktu pendistribusian air. Dengan adanya teknologi SCADA, PDAM akan mendapat berbagai kemudahan antara lain pengontrolan perangkat distribusi air secara real-time dan otomatisasi proses pendistribusian air. Desain Distribusi Air ini terdiri dari tiga bagian utama yaitu: control system yaitu PLC LG GLOFA GM7, papan display miniatur distribusi air dan software SCADA In Touch 7.1 sebagai monitoring sistem distribusi air. Komunikasi antara PLC dan Software berjalan dengan maksimal apabila baud rate yang digunakan untuk PLC sebesar 57600. Sebelum menggunakan SCADA debet pada masing-masing Subzona adalah: 6.566,26 m3/hari ; 1.059,8 m3/hari ; dan 286,8 m3/hari. Setelah mempergunakan SCADA didapat debet rata-rata sebesar 2.637,62 m3/hari pada masing-masing Subzona. Selain itu kebocoran yang semula mencapai 40 % dapat ditekan menjadi 20 % |
| URI: | http://hdl.handle.net/123456789/815 |
| ISSN: | 1411-6286 |
| Appears in Collections: | E-Journal Komputer
|
Items in Repository are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.
|